Tautan-tautan Akses

Kesehatan Perempuan 50 Tahun ke Atas Membaik di Seluruh Dunia


Seorang manula mengisi TTS di sebuah panti jompo di Silver Spring, Maryland, AS (foto: dok).

Seorang manula mengisi TTS di sebuah panti jompo di Silver Spring, Maryland, AS (foto: dok).

WHO melaporkan perempuan berusia 50 tahun ke atas secara global kini lebih sehat dibandingkan 20 dan 30 tahun lalu. Namun, kesenjangan harapan hidup justru meluas.

Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) melaporkan penyakit jantung, stroke dan kanker adalah penyebab utama kematian perempuan berusia 50 tahun dan lebih tua di seluruh dunia. Tetapi, WHO mencatat, kematian itu terjadi pada perempuan berusia lebih muda, di negara berkembang.

Kajian itu adalah salah satu yang pertama untuk menganalisa penyebab kematian perempuan berusia 50 tahun ke atas dari berbagai negara kaya mapun miskin. WHO mendapati banyak perempuan itu meninggal dini karena tinggal di negara-negara yang kekurangan uang dan sumber daya untuk mencegah, mendeteksi serta mengobati penyakit tidak menular.

Kepala Unit Kematian dan Beban Penyakit WHO Colin Mathers mengatakan negara-negara maju memiliki sistem kesehatan dan sarana guna mengurangi dan mengendalikan masalah kardiovaskular. Kepada VOA, ia menambahkan, program pemeriksaan dan pengobatan juga berhasil mengurangi insiden kanker payudara dan kanker leher rahim.

Ia mencatat kanker leher rahim adalah salah satu kanker yang paling banyak diderita perempuan Afrika. Dikatakan, penyakit itu sebenarnya bisa dicegah, tetapi negara-negara Afrika tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengobatinya.

Dr. Mathers mengatakan donor memberi uang relatif sedikit untuk mengatasi masalah penyakit tidak menular di negara-negara Afrika karena mereka cenderung memusatkan perhatian pada mengurangi angka kematian ibu. Hal itu memang dapat dimengerti, tetapi ia mencatat angka kematian ibu menurun secara substansial. Pada saat sama, ia mengatakan, tingkat kematian di kalangan perempuan berusia lebih tua akan naik, sehingga kini saatnya bagi donor untuk berpikir ulang soal prioritas mereka.

Berkat kesehatan yang meningkat, kajian itu mendapati, harapan hidup perempuan di atas 50 tahun, rata-rata bertambah 3,5 tahun dalam 20 tahun terakhir. Kajian tersebut mencatat perempuan berusia lebih tua di Jerman dan Jepang kini bisa berharap hidup sampai usia 84 dan 88 tahun, sedangkan perempuan di banyak negara maju lain bisa berharap hidup sampai usia 83 atau 84 tahun.

Laporan itu menyebutkan harapan hidup perempuan di negara-negara miskin sekitar 10 tahun lebih pendek. Laporan itu mencatat perempuan di Eropa Timur juga meninggal pada usia lebih dini akibat tingginya tingkat penyakit jantung, kecelakaan, dan konsumsi alkohol.

Dr. Mathers mengatakan faktor-faktor risiko utama bagi perempuan berusia lebih tua mencakup merokok, minum minuman beralkohol dalam jumlah membahayakan, kelebihan berat badan dan obesitas.

"Banyak masalah yang dihadapi perempuan berusia lebih tua dimulai ketika mereka masih muda," ujarnya. "Merokok misalnya, orang biasanya mengembangkan kebiasaan ini ketika berusia lebih muda. Jadi, bukan hanya soal intervensi ketika mereka sudah berusia lebih tua, perbaikan kondisi, pendidikan, dan pemberian informasi kepada orang yang lebih muda pada akhirnya juga bisa membantu meningkatkan kesehatan mereka yang berusia lebih tua."

WHO mengatakan epidemi penyakit kronis dapat diatasi dengan cara-cara murah yang tersedia guna mengobati penyakit-penyakit tidak menular yang umum. Ini mencakup pencegahan, diagnosis dini dan pengendalian tekanan darah tinggi, obesitas dan kolesterol tinggi.

Kajian itu menyebutkan tes yang murah dan sederhana untuk pemeriksaan dan deteksi dini kanker leher rahim bisa menyelamatkan banyak nyawa.
XS
SM
MD
LG