Tautan-tautan Akses

Kerusuhan Soal Lahan Memanas di China Selatan


Polisi anti huru hara Cina terlihat mendorong terhadap demonstran di desa pesisir Wukan, di provinsi Guangdong, Cina (Foto: videograb)

Polisi anti huru hara Cina terlihat mendorong terhadap demonstran di desa pesisir Wukan, di provinsi Guangdong, Cina (Foto: videograb)

Para demonstran di desa Wukan di Propinsi Guangdong marah atas keputusan pengadilan yang menghukum mantan kepala desa Lin Zulian.

Bersenjatakan peluru karet, tameng dan gas air mata, polisi anti huru-hara China, Selasa (14/9), terlibat bentrokan dengan warga sebuah desa pantai di China selatan, yang pernah dipandang sebagai simbol demokrasi akar rumput, dan menjadi pusat protes-protes anti korupsi.

Para demonstran di desa Wukan di Propinsi Guangdong marah atas keputusan pengadilan yang menghukum mantan kepala desa Lin Zulian. Lin didukung warga karena mendesak pemerintah memberikan kompensasi atas lahan-lahan yang disita para pejabat Partai Komunis. Para demonstran bersumpah untuk terus melangsungkan aksi protres hingga Lin dibebaskan dari penjara.

Pihak berwenang ingin aksi protes itu berhenti dan melangsungkan penggerebekan malam hari untuk meredam kerusuhan. Tiga belas warga desa itu ditangkap atas dugaan memicu aksi keributan dan menggunakan intimidasi dan gosip untuk menggalang partisipan demonstrasi.

Lin Zulian dinyatakan bersalah menerima suap dan dihukum tiga tahun dan satu bulan penjara.

Lin Zulian dianggap pahlawan oleh banyak warga desa jumlah penduduknya sekitar 20 ribu orang. Ia membantu memimpin pemberontakan pada 2011 yang berhasil mengusir para pejabat daerah yang dituduh mencuri lahan dari penduduk setempat dan menjualnya ke para pengembang besar. [ab/as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG