Tautan-tautan Akses

37 Cedera Akibat Kerusuhan di Kosovo


Para demonstran melemparkan batu ke arah polisi di ibukota Kosovo, Pristina, Selasa (27/1).

Para demonstran melemparkan batu ke arah polisi di ibukota Kosovo, Pristina, Selasa (27/1).

Paling tidak 37 orang cedera hari Selasa (27/1), termasuk 22 polisi, akibat kerusuhan dan kekerasan di Pristina, ibukota Kosovo.

Polisi Kosovo di ibukota Pristina menembakkan gas airmata dan meriam air untuk membubarkan ribuan demonstran anti-pemerintah yang menuntut seorang menteri etnis Serbia agar mundur karena dianggap menghina etnis Albania yang mayoritas.

Demonstran melemparkan batu, bom Molotov dan benda-benda lain ke arah polisi anti-huru-hara.

Kepala misi Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) di Kosovo, Jean-Claude Schlumberger, mengecam keras kekerasan itu. “Semua pihak harus bertindak secara bertanggungjawab dan dialog politik adalah satu-satunya cara untuk maju,” katanya.

Misi OSCE itu mengatakan akan terus memantau cermat situasi di sana dan siap bertindak untuk meredakan ketegangan.

Bentrokan itu menyusul demonstrasi seminggu ini yang digelar partai-partai oposisi, yang menuntut pemecatan menteri buruh dan kesejahteraan sosial Aleksandar Jablanovic.

Jablanovic memicu kemarahan dua minggu lalu setelah menyebut sekelompok etnis Albania yang kehilangan keluarga mereka dalam perang tahun 1998-1999 sebagai “orang-orang biadab” karena berusaha menghalangi peziarah etnis Serbia mengunjungi sebuah biara di Kosovo pada hari Natal Kristen Ortodoks.

Ia lalu meminta maaf, tetapi warga yang marah tetap menuntutnya agar mundur.

Perdana Menteri Isa Mustafa memasukkan tiga orang etnis Serbia dalam kabinetnya untuk memperbaiki hubungan dengan etnis Serbia di Kosovo, yang tidak mengakui kemerdekaan negara itu dari Serbia.

Kemerdekaan Kosovo, yang dinyatakan tahun 2008, telah diakui lebih dari 100 negara.

Sekitar 10.000 orang tewas setelah tentara Serbia melakukan pembantaian etnis tahun 1998 untuk membersihkan Kosovo dari warga etnis Albania yang menuntut otonomi lebih luas. Kekerasan itu berhenti setelah NATO melancarkan pemboman selama 78 hari atas Serbia tahun 1999.

XS
SM
MD
LG