Tautan-tautan Akses

Kerusuhan akibat Penangkapan Tokoh Oposisi di Uganda, 2 Tewas


Para demonstran Uganda membawa seorang demonstran perempuan yang terluka akibat tembakan pasukan keamanan (29/4).

Para demonstran Uganda membawa seorang demonstran perempuan yang terluka akibat tembakan pasukan keamanan (29/4).

Polisi menembak demonstran yang memprotes penanggapan Kizza Besigye dengan peluru tajam dan gas air mata, mengakibatkan 120 lainnya luka-luka.

Kerusuhan di ibukota Uganda, Kampala, mengakibatkan setidaknya dua tewas dan 120 luka-luka setelah polisi menembak demonstran dengan peluru tajam, peluru karet dan gas air mata.

Pejabat pemerintah mengatakan polisi menangkap setidaknya 360 orang untuk meredam kerusuhan itu.

Para perusuh membakar ban-ban dan membuat blokade-bloklade di beberapa bagian Kampala untuk memrotes aksi penangkapan terbaru terhadap pemimpin oposisi Kizza Besigye.

Besigye ditangkap hari Kamis untuk ke empat kali bulan ini setelah pasukan keamanan menghentikan mobilnya di Kampala. Rekaman video menunjukkan polisi memecahkan kaca jendela mobil dan menyemprot pemimpin oposisi itu dengan gas air mata. Ia lalu dibebaskan dengan jaminan dan Jumat malam tiba di Kenya untuk pengobatan medis.

Ketua oposisi itu memimpin serangkaian demonstrasi "walk to work" atau “jalan kaki ke tempat kerja” guna memrotes tingginya harga pangan dan bahan bakar.

Presiden Yoweri Museveni telah memperingatkan bahwa demonstrasi seperti itu tidak akan ditolerir.

Presiden itu menyalahkan kenaikan harga makanan dan minyak akibat cuaca buruk dan faktor-faktor ekonomi global.

XS
SM
MD
LG