Tautan-tautan Akses

Kertas Papyrus Picu Debat tentang Perkawinan Jesus


Kertas papyrus dari abad ke-4 yang bertuliskan kata-kata dalam bahasa Koptik – bahasa kuno Kristen-Mesir - memicu perdebatan apakah Jesus pernah menikah (foto: 5/9).

Kertas papyrus dari abad ke-4 yang bertuliskan kata-kata dalam bahasa Koptik – bahasa kuno Kristen-Mesir - memicu perdebatan apakah Jesus pernah menikah (foto: 5/9).

Para ilmuwan sedang mempelajari selembar kertas papyrus dari abad ke-4 yang mengutip Jesus Kristus sebagai mengatakan kata-kata “isteriku”.

Para ahli agama di Roma sedang berdebat terkait selembar kecil kertas papyrus yang mungkin menunjukkan pemikiran beberapa warga Kristen sebelumnya tentang keberadaan “isteri” pemimpin spiritual mereka – Jesus Kristus.

Berbicara dalam sebuah konferensi ilmu agama, Profesor Karen King dari Harvard Divinity School mengumumkan bahwa para ilmuwan sedang mempelajari selembar papyrus yang mengutip Jesus Kristus sebagai mengatakan kata-kata “isteriku”. Karen King mengatakan papyrus itu berasal dari abad ke empat, tetapi usia tinta yang digunakan perlu diuji lebih jauh.

Kata-kata itu ditulis dalam Koptik – bahasa kuno Kristen-Mesir – dan konteks kata-kata itu tidak jelas, karena tampil di selembar kecil papyrus yang hanya berukuran lebih besar dari kartu nama.

Karen King mengatakan kata-kata itu tidak membuktikan bahwa Jesus menikah, hanya umat Kristen pada awalnya mungkin berpendapat demikian. Tradisi Kristiani sejak lama beranggapan bahwa Jesus tidak menikah.

Temuan baru tentang hubungan Jesus dengan perempuan – baik sebagai pasangan maupun murid – dapat memicu perdebatan tentang peran perempuan dalam agama Kristen.

Artifak yang dimiliki oleh kolektor pribadi itu memicu skeptimisme bahwa pemilik artifak itu sengaja memicu publisitas guna menaikkan nilai objek yang dimilikinya itu.
XS
SM
MD
LG