Tautan-tautan Akses

Kerry Temui Pimpinan Israel dan Palestina untuk Rundingkan Solusi Damai

  • Scott Stearns

Menlu AS John Kerry bertemu dengan PM Israel Netanyahu dalam kunjungan Kerry yang ke-5 di Timur Tengah, dalam upaya perundingan damai Israel-Palestina.

Menlu AS John Kerry bertemu dengan PM Israel Netanyahu dalam kunjungan Kerry yang ke-5 di Timur Tengah, dalam upaya perundingan damai Israel-Palestina.

Menlu AS John Kerry hari Jumat bertemu secara terpisah dengan PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Israel Shimon Peres, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam upaya terakhir AS ajak kedua belah pihak kembali merundingkan solusi dua negara.

Para pejabat Amerika tidak menyampaikan informasi yang signifikan soal pembicaraan hari Jumat.

Pertemuan Kerry di Yerusalem dengan Netanyahu merupakan “pembicaraan terinci dan substantif tentang cara melangkah ke depan,” kata seorang pejabat. Makan siang dengan Presiden Abbas di Yordania merupakan “diskusi yang sangat konstruktif yang memusatkan perhatian pada pentingnya melanjutkan proses perdamaian.”

Kerry tidak mengungkap rincian pertemuan diplomatiknya, dengan alasan bahwa pengungkapan informasi yang terlalu banyak hanya akan membuat para lawan politik dari Netanyahu dan Abbas mendiskreditkan gagasan-gagasan itu sebelum sempat dijelaskan secara menyeluruh.

Kerry mengecilkan isu sensitif tentang pembangunan permukiman Israel dan mendorong diupayakannya rencana sektor swasta untuk mendorong pembangunan ekonomi di Tepi Barat dan solusi teknologi tinggi terhadap kekhawatiran Israel mengenai keamanan dalam solusi dua negara.

Meskipun dia mengatakan dia tidak menetapkan tenggat waktu dimulainya kembali perundingan, Kerry mengatakan penundaan hanya “akan memungkinkan kevakuman diisi oleh orang-orang yang tidak menghendaki hal-hal itu terjadi.”

“Berlalunya waktu, jelas, membuat orang habis kesabaran dan memicu sinisme, memberi kesan bahwa perdamaian adalah hal yang mustahil, padahal faktanya mungkin saja,” kata Kerry.

Palestina mundur dari tenggat waktu awal Juni untuk memulai kembali pembicaraan, dan kini mengantisipasi dimulainya Majelis Umum PBB bulan September. Tahun lalu Palestina memenangkan pemungutan suara untuk meningkatkan status resmi mereka di PBB.

Tanpa adanya kemajuan soal rencana perdamaian, Palestina tahun ini bisa bergabung dengan Komisi HAM PBB dan maju ke Mahkamah Kriminal Internasional dimana mereka bisa mengupayakan dakwaan terhadap kejahatan perang di Israel. Amerika adalah satu dari beberapa negara yang menentang Palestina tahun lalu, dan Kerry mengatakan sebuah pemungutan suara PBB bulan September ini bisa semakin berat sebelah.

“Jauh sebelum bulan September kita harus menunjukkan adanya kemajuan karena kita tidak punya waktu lama,” ungkap Kerry.

Setelah pertemuan Kerry dengan Abbas di Yordania hari Sabtu, dia bertolak ke Abu Dhabi untuk pembicaraan mengenai koordinasi bantuan kepada oposisi Presiden Suriah Bashar Al-Assad.
XS
SM
MD
LG