Tautan-tautan Akses

AS

Kerry: Latihan Militer Tidak Boleh Dikaitkan dengan Reuni Keluarga


Kerry, AS Korea Selatan

Kerry, AS Korea Selatan

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry dan sejawatnya dari Korea Selatan menyatakan mereka akan mewujudkan rencana latihan militer bersama bulan ini meskipun Korea Utara meminta agar latihan tersebut ditunda atau dibatalkan.

Dengan lambatnya kemajuan dalam perundingan antara kedua Korea itu, Korea Selatan mengatakan akan melanjutkan latihan militer gabungan dengan Amerika yang disebut Korea Utara akan mengganggu upaya reuni keluarga-keluarga Korea yang terpisah.

Berbicara melalui penerjemah, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-sen mengatakan ini saatnya untuk terus menekan Korea Utara.

“Kami sependapat dengan pandangan bahwa diperlukan pendekatan dengan cara tekanan dan dialog yang efektif. Dalam hal ini, berdasarkan hubungan kuat antara Korea Selatan dan Amerika, kami akan berbuat lebih banyak bersama China dan negara-negara lainnya untuk mencapai denuklirisasi yang berarti di Korea Utara,” ujar Yun.

Kerry mengatakan China memiliki “peran yang unik dan penting” untuk membawa Korea Utara kembali ke meja perundingan.

“Tidak ada negara yang punya potensi lebih besar untuk mempengaruhi perilaku Korea Utara daripada China mengingat hubungan dagang yang ada sejak lama dengan Korea Utara,” kata Kerry.

China memang membantu, kata Kerry, tetapi banyak hal lagi yang bisa dilakukan negara itu sebagai pemasok utama BBM dan jasa perbankan di Korea Utara.

Korea Utara telah membangun kembali beberapa fasilitas nuklirnya setelah terhentinya perundingan internasional sehingga Presiden Korea Utara Kim Jong Un menjadi lebih berbahaya, menurut analis Michael Auslin pada American Enterprise Institute.

Auslin mengatakan, “Kita mengetahui lebih sedikit mengenai apa yang terjadi di Korea Utara dibawah pimpinan Kim Jong Un dibandingkan sebelumnya dibawah Kim Jong Il. Itu sesuatu yang harus dikhawatirkan. Dari setiap indikasi yang ada, situasi menjadi semakin tidak pasti dan terus berubah disana.”

Dalam pembicaraan hari Kamis dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Menteri Kerry juga berupaya meredakan ketegangan antara Korea Selatan dan Jepang mengenai sengketa terkait sebuah pulau, yang kaya ikan dan mungkin memiliki kandungan gas alam yang besar.

Kerry, yang berada di Seoul untuk mengawali lawatannya ke Asia, juga meminta Korea Utara agar menunjukkan bukti kesiapannya untuk mewujudkan komitmen-komitmennya dan menghentikan ambisi nuklirnya.

Lawatan ini merupakan kunjungan ke-lima Kerry ke Asia sejak menjabat Menteri Luar Negeri Amerika tahun lalu. Selain ke Korea Selatan, lawatan Kerry akan mencakup persinggahan di Tiongkok hari Jumat, dan Indonesia pada hari Sabtu.

Pejabat tinggi Departemen Luar Negeri Amerika menyatakan, kunjungan Menlu John Kerry ke Jakarta diawali dengan jamuan makan malam resmi bersama Menlu Marty Natalegawa, dengan siapa ia memiliki hubungan yang sangat erat. Presiden Bambang Yudhoyono, dan khususnya Menlu Marty Natalegawa telah mempraktekkan dan terus melanjutkan pengaruh penting dan kepemimpinan dalam ASEAN tentang berbagai isu sulit yang dihadapi, seperti Laut Cina Selatan.

Menlu John Kerry akan bertemu lagi dengan Presiden Yudhoyono untuk membahas berbagai isu, tidak hanya bilateral tetapi juga regional dan global. Dan, ia juga berkesempatan untuk bertemu Sekretaris Jenderal ASEAN di Jakarta, Le Luong Minh.
XS
SM
MD
LG