Tautan-tautan Akses

Kerry: Konstitusi Baru Tunisia Contoh untuk Dunia Arab


Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertemu Perdana Menteri Tunisia Merdi Joma'a di Istana Dar Diafa, Selasa (18/2), di Tunis. (AP/Evan Vucci)
Menteri Luar Negeri AS John Kerry bertemu Perdana Menteri Tunisia Merdi Joma'a di Istana Dar Diafa, Selasa (18/2), di Tunis. (AP/Evan Vucci)

Kerry mengatakan ia ada di Tunisia untuk menunjukkan dukungan Washington untuk negara demokrasi yang masih muda tersebut.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan konstitusi baru Tunisia merupakan model untuk reformasi politik di dunia Arab. Kerry melakukan kunjungan tanpa pengumuman sebagai bagian dari perjalanan ke Asia, Timur Tengah dan Eropa.

Kerry mengatakan ia ada di Tunisia untuk menunjukkan dukungan Washington untuk negara demokrasi yang masih muda tersebut.

"Orang-orang Tunisia telah meratifikasi konstitusi baru, sebuah konstitusi yang berakar pada prinsip-prinsip demokrasi -- persamaan, kemerdekaan, keamanan, kesempatan ekonomi dan aturan perundangan. Dan ini konstitusi yang dapat menjadi model untuk yang lainnya dalam wilayah ini dan seluruh dunia," ujarnya.

Sebagai tempat kelahiran gerakan kebangkitan Arab, atau Arab Spring, Tunisia terus menjadi simbol yang kuat, menurut peneliti Oxford University Monica Marks.

"Tunisia adalah negara di wilayah ini yang memiliki peluang terbesar untuk berhasil dalam revolusinya. Dan jika ia gagal, akan sulit bagi para reformis berpikiran demokratis dan para pemikir revolusioner untuk terus terinspirasi, untuk mempertahankan harapan. Karena jika kita melihat tempat lain di wilayah ini - di Mesir, Suriah dan Libya - situasinya berkisar dari buruk sampai membuat putus asa," ujarnya.

Konstitusi Tunisia yang baru adalah produk dari negosiasi-negosiasi krisis antara kelompok-kelompok Islamis dan partai-partai yang lebih sekuler. Namun politisi dari pihak oposisi Nadia Chaabane mengatakan konstitusi itu melawan perempuan dan non-Muslim.

Jika para Islamis ingin negara agama, ujar Chaabane, mereka seharusnya menyatakan hal itu dengan jelas sehingga pihak lain tahu bagaimana bereaksi. Namun, ujarnya, mereka seharusnya tidak secara publik mendukung ide negara madani, kemudian memasukkan hal-hal yang melanggar formasi tersebut.

Marks mengatakan Tunisia juga menghadapi tantangan-tantangan ekonomi dan para polisi ada di bawah tekanan untuk menunjukkan mereka memperbaiki taraf hidup masyarakat.

"Mereka melihat bahwa harga makanan relatif lebih tinggi relatif terhadap pendapatan dibandingkan sebelum revolusi. Percaya revolusi adalah hal yang baik, percaya bahwa demokrasi adalah hal positif semakin sulit, dan meski Konstitusi yang baru bagus, rakyat umumnya perlu merasakan perubahan," ujarnya.

Stabilitas adalah penting dalam menarik modal asing. Dan Amerika Serikat terus memberikan bantuan keamanan untuk melawan ancaman dari kelompok teroris Ansar al-Sharia/Tunisia.

Meski bantuan tersebut penting untuk membantu demokrasi di Tunisia, seorang pejabat senior AS dalam rombongan Kerry mengatakan pemerintahan Obama ingin melihat tindakan yang lebih agresif melawan mereka yang bertanggung jawab atas serangan-serangan September 2012 terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Sekolah Amerika di ibukota Tunis. (Reuters)


Konstitusi Tunisia

  • Disahkan tiga tahun setelah kebangkitan yang mendorong Arab Spring

  • Menjamin kebebasan beribadah namun Islam dinyatakan sebagai agama negara

  • Membagi kekuatan eksekutif antara presiden dan perdana menteri

  • Perdana Menteri memiliki peran dominan dan bertanggung jawab pada parlemen

  • Presiden dipilih oleh rakyat dan bertanggung jawab untuk pertahanan dan hubungan internasional

  • Mengakui kesamaan gender

  • Menjamin hak kebebasan berpendapat dan berserikat, serta kebebasan pers

XS
SM
MD
LG