Tautan-tautan Akses

Menlu AS: China Bersikap Tegas soal Nuklir Korea Utara

  • Scott Stearns

Menlu AS John Kerry (kiri) bertemu dengan Menteri-Menteri Luar Negeri China, Jepang dan Korea Selatan dalam forum ASEAN di Brunei Darussalam (1/7)/

Menlu AS John Kerry (kiri) bertemu dengan Menteri-Menteri Luar Negeri China, Jepang dan Korea Selatan dalam forum ASEAN di Brunei Darussalam (1/7)/

Menteri Luar Negeri Amerika, John Kerry mengatakan China mengambil “langkah-langkah tegas” untuk meyakinkan Korea Utara agar meninggalkan program nuklirnya.

Menlu AS John Kerry bertemu dengan Menteri-Menteri Luar Negeri China, Jepang dan Korea Selatan dalam forum ASEAN di mana para pejabat juga membahas program pemantauan Amerika yang dibocorkan mantan analis intelijen.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se mengatakan tekanan internasional memaksa Korea Utara mengubah gayanya “dari menyerempet bahaya menjadi gaya serangan memikat” untuk melemahkan persatuan Korea Selatan, Jepang, China, Russia dan Amerika.

Tapi ia mengatakan hal itu tidak akan terjadi karena para sekutu tadi mengetahui perubahan seperti itu memerlukan kebijaksanaan.

"Pengembangan senjata nuklir Korea Utara tidak akan pernah ditoleransi. Pembangunan ekonomi dan nuklir Korea Utara tidak bisa diterima dan pasti akan gagal. Korea Utara akan makin menghadapi isolasi dan konsekwensi berat apabila melakukan provokasi," kata Yun Byung Se.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan itu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kerry dan Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida setelah pembicaraan Kerry dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan ASEAN. Kerry mengatakan Amerika, Korea Selatan, Jepang dan China bertekad untuk meyakinkan Korea Utara agar meninggalkan program senjata nuklirnya.

Kerry mengatakan, "Kami berempat sangat bersatu dan tegas dalam pendirian kami bahwa masa depan yang terkait dengan Korea Utara harus mencakup denuklirisasi. China menjelaskan kepada saya, bahwa China telah membuat pernyataan dan langkah yang sangat tegas tentang pelaksanaan kebijakan itu."

Dalam pembicaraannya dengan Menteri Luar Negeri China, Kerry mengatakan mereka membahas kasus mantan analis intelijen Amerika Edward Snowden yang dibiarkan meninggalkan Hong Kong menuju Moskow setelah Amerika meminta ektradisinya atas tuduhan-tuduhan pembocoran hasil pemantauan hubungan telepon dan internet Amerika.

Informasi yang dibocorkan Snowden termasuk tuduhan-tuduhan bahwa Amerika menyadap pembicaraan anggota-anggota Uni Eropa. Kerry mengatakan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton menanyakan hal itu dalam pembicaraan mereka pada forum ASEAN ini dan Kerry memberitahu Ashton bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang hal itu karena kesibukannya dengan upaya-upaya perdamaian Timur Tengah.

Kerry mengatakan ia berjanji untuk mencari tahu tentang hal itu dan akan memberitahu Ashton. Kerry juga memberikan pembelaan luas terkait program pemantauan itu kepada wartawan dengan mengatakan “bukan hal yang tidak lazim bagi banyak negara melakukan berbagai kegiatan untuk melindungi keamanan nasional dan segala informasi ikut memberi sumbangan pada hal itu.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG