Tautan-tautan Akses

AS

Kerry Beri Alasan Sebut Kelompok Teror 'Daesh' Bukan ISIS 


Menhan AS John Kerry memberikan pidato mengenai kebijakan luar negeri AS di National Defense University di Washington DC, hari Rabu (13/1).

Menhan AS John Kerry memberikan pidato mengenai kebijakan luar negeri AS di National Defense University di Washington DC, hari Rabu (13/1).

Menlu AS John Kerry mengatakan kelompok teror di Irak dan Suriah tidak layak disebut ISIS atau ISIL, karena tidak ada sangkut pautnya dengan Islam dan juga tidak layak disebut sebagai negara.

Kelompok teror ISIS telah memperoleh ketenaran di seluruh dunia karena melakukan pembunuhan-pembunuhan kejam. Kelompok ini disebut dengan nama berbeda-beda oleh berbagai orang dan organisasi. ISIL, ISIS, dan IS semua biasa terdengar.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry menggunakan istilah Arab "Daesh" hampir 20 kali ketika mengacu pada ekstremis Negara Islam dalam pidato baru-baru ini tentang prioritas kebijakan luar negeri tahun 2016.

"Kelompok teroris yang dikenal dengan Daesh – yang sebagian orang menyebutnya ISIL - tapi kelompok itu tidak ada sangkut pautnya dengan Islam dan tidak layak disebut sebagai negara," kata Kerry pada pidato mengenai kebijakan luar negeri AS pada hari Rabu (13/1) di Universitas Pertahanan Nasional AS (National Defense University) di Washington DC.

Istilah Daesh dianggap sebagai penghinaan yang terjemahan bebasnya berarti "orang yang menghancurkan sesuatu dengan menginjak-injak" atau "orang yang menabur perselisihan."

Militan ISIS membenci istilah itu dan telah bersumpah untuk membunuh siapa saja yang menggunakan kata itu.

Seorang pejabat Amerika mengatakan kepada VOA, "Departemen Luar Negeri Amerika menggunakan istilah, Daesh dan ISIL, akronim dari Negara Islam Irak dan Levant, untuk merujuk pada organisasi teroris itu.” Ditambahkan, penggunaan Daesh tidak umum di Timur Tengah dan di negara-negara Arab.

Seorang pakar kontraterorisme mengatakan bahwa dengan menggunakan Daesh, istilah yang menghina, Amerika menganggap organisasi teroris ini tidak terhormat.

Seth Jones, seorang mantan pejabat pertahanan dan sekarang menjadi analis Rand Corporation, mengatakan, meskipun sebagian besar pejabat Amerika terus menggunakan istilah ISIL, sebagian telah menggunakan kata Daesh karena beberapa alasan.

"Pertama, itu lebih sesuai dengan istilah yang digunakan oleh sekutu Amerika di Timur Tengah ," katanya. "Kedua, itu dianggap hinaan oleh banyak orang dalam kelompok itu sendiri.

Ketiga, menggunakan Daesh tidak memberikan legitimasi - bahkan legitimasi dalam persepsi – pada klaim organisasi itu bahwa kelompok tersebut adalah sebuah "Negara Islam".

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengumumkan tahun lalu bahwa ia akan mulai merujuk kelompok teroris dengan sebutan Daesh. [sp/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG