Tautan-tautan Akses

Kerry akan Bahas Transisi Politik di Suriah dalam Pembicaraan Mulitaleral


Menlu AS John Kerry menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Madrid, Spanyol, Senin (19/10).

Menlu AS John Kerry menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Madrid, Spanyol, Senin (19/10).

Menlu AS John Kerry akan membahas proses penyelesaian politik di Suriah dalam pertemuan akhir pekan ini dengan para pemimpin dari Rusia, Turki, Saudi, dan Yordania.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Senin (19/10) ia akan bertemu akhir pekan ini dengan para pemimpin dari Rusia, Turki, Arab Saudi dan Yordania untuk membahas opsi-opsi guna memulai kembali proses penyelesaian politik untuk situasi di Suriah.

Dalam kunjungan ke Spanyol, Kerry mengatakan Amerika Serikat ingin menghindari "kehancuran total" Suriah dan bahwa ia akan ikut dalam pembicaraan tersebut dengan harapan semua pihak berusaha untuk lebih memahami apa opsi-opsi itu dan bagaimana meneruskannya.

"Semua orang, termasuk Rusia dan Iran, semua mengatakan tidak ada solusi militer, jadi kita perlu mengupayakan cara menemukan solusi politik. Ini adalah bencana kemanusiaan yang sekarang mengancam integritas sekelompok negara di kawasan itu," ujar Kerry.

Rusia telah melakukan serangan udara selama tiga minggu ini untuk mendukung tentara Suriah sebagai bagian dari kampanye yang telah menuai kritik tajam dari AS dan negara-negara lain yang mengatakan pasukan Rusia sebagian besar menyasar para pemberontak, bukan militan ISIS.

Kerry mengatakan jika Rusia berada di sana hanya untuk "menopang" Presiden Suriah Bashar al-Assad, maka mereka hanya akan membuat semakin banyak militan berminat untuk bertempur di sana.

"Tapi jika Rusia berada di sana untuk membantu Assad menemukan cara menuju solusi politik serta untuk memerangi Daesh dan ekstremisme, maka ada kemungkinan hasilnya akan sangat berbeda," kata Kerry

Menteri Luar Negeri AS itu menggunakan kata Daesh, yaitu singkatan ISIS dalam bahasa Arab.

Kerry menyebut arus migran besar-besaran yang telah melarikan diri ke Eropa, umumnya dari Suriah, tidak pernah terjadi sebelumnya dalam zaman modern ini dan mengatakan ada ancaman nyata bahwa banyak lagi juga akan mengungsi jika kekerasan di Suriah terus berlanjut.

PBB telah mendaftar hampir 4,2 juta pengungsi Suriah di negara-negara tetangga, sementara lebih dari 2 juta di antaranya berada di Turki.

Asisten Menteri Luar Negeri Amerika untuk Eropa dan Eurasia Victoria Nuland mengadakan pertemuan hari Senin di Ankara dengan para pejabat Turki untuk membahas krisis pengungsi serta koalisi pimpinan AS untuk memerangi kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak.

Kerry juga membahas pentingnya merintangi orang-orang yang hendak ke Suriah untuk bergabung dengan militan, dan mengatakan AS dan negara-negara lain telah mampu membendung para pejuang yang hendak menuju Suriah.

Masalah ini juga menjadi perhatian di Inggris, di mana hari Senin ini Perdana Menteri David Cameron mengumumkan langkah-langkah baru untuk mencegah remaja bergabung dengan ekstremis.

Rencana itu termasuk memungkinkan orang tua menyingkirkan paspor remaja berusia 16 dan 17 tahun jika mereka khawatir anak mereka akan pergi ke Suriah atau Irak. Rencana itu juga melarang siapa pun yang pernah divonis melakukan kejahatan terorisme atau kegiatan ekstrimis lainnya untuk mendapat pekerjaan terkait dengan anak-anak dan orang-orang yang rentan.

Kantor Cameron mengutip data polisi yang menunjukkan 338 penahanan tahun lalu terkait kontraterorisme, sementara 157 terkait Suriah dan 56 kasus melibatkan orang berusia di bawah 20 tahun. [as/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG