Tautan-tautan Akses

PT KAI Ingin Angkat Pamor Kereta Api dengan Hiasan Batik

  • R.Teja Wulan

Manajer MURI Jusuf Ngadri menandatangani gerbong kereta batik pertama dalam sebuah upacara di Stasiun Besar Bandung belum lama ini.

Manajer MURI Jusuf Ngadri menandatangani gerbong kereta batik pertama dalam sebuah upacara di Stasiun Besar Bandung belum lama ini.

PT KAI berharap kereta yang dihiasi batik dapat membuat masyarakat lebih menghargai dan tertarik menggunakan kereta api.

Batik kini tidak hanya menghiasi pakaian maupun pernak-pernik mode lainnya. Batik juga menghiasi gerbong kereta api Argo Parahyangan, yang melayani rute Bandung-Jakarta. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) meluncurkan kereta batik ini sebagai wujud kebanggaan terhadap batik. Selain itu, PT KAI memperindah gerbong kereta dengan harapan agar masyarakat lebih mencintai kereta api. Ini terkait dengan maraknya berbagai kasus perusakan kereta api dengan pelemparan batu maupun pencurian.

"Kita ingin memberi contoh kepada masyarakat bahwa kereta pun bisa dibuat indah. (Dan) kalau sudah indah, jangan dilempari (batu)," ujar S. Wimbo Hardjito, Direktur Komersial PT KAI.

Masyarakat berfoto-foto di hadapan gerbong kereta api batik Argo Parahyangan.

Masyarakat berfoto-foto di hadapan gerbong kereta api batik Argo Parahyangan.

Potongan-potongan sticker bermotif batik yang menghiasi kereta Argo Parahyangan ini tahan panas dan hujan. Desain terdiri dari beragam motif dari berbagai daerah di Jawa Barat, Tengah, Timur, seperti Cirebon, Pekalongan, Solo dan Madura. Lima mahasiswa jurusan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) terlibat dalam merancang desain kereta batik. Desain mereka diberi nama "Rahayu Ning Buwono," bahasa Jawa yang berarti "Keselamatan di Dunia."

"Menjadi sebuah harapan dan doa kami bahwa kereta api akan diberkati oleh Tuhan, supaya ada keselamatan, keamanan dan kenyamanan untuk penumpang, sehingga kereta api menjadi sarana transportasi yang lebih baik lagi," ujar Josef Adiguna, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam merancang "Rahayu Ning Buwono."

Manajer Museum Rekor Indonesia (MURI) Jusuf Ngadri menggoreskan tanda tangannya di kereta batik untuk meresmikan masuknya kereta ini dalam catatan MURI. "Di belahan bumi lain, ini belum pernah dibuat," ujar Jusuf.

Saat ini, batik baru menghiasi satu gerbong kereta api Argo Parahyangan. Tapi, PT KAI berencana menghiasi gerbong lainnya dengan batik untuk mempercantik penampilan kereta api, dengan harapan masyarakat akan lebih tertarik menggunakan kereta api sebagai pilihan transportasi mereka.

XS
SM
MD
LG