Tautan-tautan Akses

Kepolisian Myanmar Jalin Kerjasama Pengamanan Pemilu dengan Polri


Simulasi penanganan aksi unjuk rasa dalam pengamanan Pemilu di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Juni 2015 (Foto: VOA/Andylala)

Simulasi penanganan aksi unjuk rasa dalam pengamanan Pemilu di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Juni 2015 (Foto: VOA/Andylala)

Kepolisian Myanmar menilai, Kepolisian Indonesia sukses mengamankan Pemilu 2014 lalu dengan tertib dan aman.

Kepolisian Myanmar menjalin kerjasama dengan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, terkait pengamanan pemilihan umum (Pemilu). Security Police Command Myanmar Brigadier General (Brigadir Jenderal) Mya Win kepada VOA di lapangan lalu lintas Polda Metro Jaya Rabu (10/6) menjelaskan, kerjasama ini dilakukan mengingat dalam tahun ini Myanmar akan menyelenggarakan Pemilu. Kepolisian Indonesia ia nilai, sukses mengamankan Pemilu 2014 lalu dengan tertib dan aman.

"Ini kan dalam rangka pelatihan pemilu buat diterapkan di Myanmar. Di Indonesia kan sudah dilakukan pemilu dengan baik. jadi ini adalah bagian dari pelatihan pengamanan pemilu di Myanmar. Ini bentuk kerjasama persahabatan kepolisian Indonesia-Myanmar," kata Mya Win.

Menurut Win, situasi politik di Indonesia dengan Myanmar tidak jauh berbeda. Sehingga, Kepolisian Myanmar ingin menerapkan pola pengamanan yang diterapkan Polri dalam penanganan Pemilu di Negaranya.

"Myanmar sudah tiga kali pemilu. Tahun 1990, 2010, 2012, dan sudah melakukan pengamanan dengan baik dari polisi Myanmar," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Pengendalian Massa Samapta Bhayangkara (Sabhara) Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Ricky Wakano mengatakan, Kepolisian Myanmar menyukai pola pengamanan Polri dalam Pilpres 2014 lalu. Seperti halnya dalam mengantisipasi adanya unjuk rasa melalui pendekatan non kekerasan.

"Mereka senang lihat polisi Indonesia berhasil pada pengamanan pemilihan Presiden. Mereka datang kemari, mereka ingin melihat peragaan apa yang polisi Indonesia lakukan. Sehingga berhasil. Lalu bagaimana kerjasama polisi dengan TNI dalam mengamankan pemilu itu, kami jelaskan semua. Mereka copy paste(semua simulasi) kegiatan pengendalian massa, pengamanan kampanye, kotak suara dan waktu ribut-ribut. Nah itu bagaimana menanganinya. Dengan humanis, walaupun ada bentrok tapi bisa ditertibkan. Itu yang mereka suka. Mereka ambil dari kita," jelas Ricky Wakano.

Kepolisian Indonesia lanjut Ricky untuk kedepannya terus melanjutkan kerjasamanya dengan kepolisian negara-negara anggota ASEAN.

"Ini kan ada (kerjasama) polisi ASEAN, melakukan koordinasi bersama untuk memelihara kamtibmas di wilayah ASEAN. Tetap dilakukan pembinaan. Ini akan tukar menukar terus. Nah kalau mereka kan di bidang pemilu, ya kita kasih pengamanan pemilu," imbuhnya.

Sekitar 20-an perwira menengah dan tinggi kepolisian Myanmar berkunjung ke Polda Metro Jaya, untuk melihat secara langsung pelatihan dan simulasi pengamanan pemilihan umum. Sekitar 100-an anggota Polri memperagakan simulasi penanganan aksi unjuk rasa dengan juga menghadirkan lima ekor anjing dan kendaraan anti huru hara water canon.

Pemilihan umum di Myanmar dijadwalkan akan berlangsung pada November mendatang. Pada Pemilu tahun 2012 lalu, pemimpin oposisi Myanmar pimpinan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Aung San Suu Kyi berhasil masuk ke parlemen, yang sekaligus menandai lompatan besar transisi menuju demokrasi di negara yang selama lima dekade dipimpin oleh junta militer.

Dalam Pemilu 2012 itu, NLD memenangkan 43 dari 45 kursi parlemen yang diperebutkan. Meski demikian, junta militer dan sekutunya masih mendominasi 664 kursi parlemen, atau 80 persen kursi di parlemen.

XS
SM
MD
LG