Tautan-tautan Akses

Kepolisian Bentuk Satgas Khusus Tangani Kasus Penembakan Kantor ESDM


Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menjelaskan tentang kasus penembakan gedung ESDM, di Jakarta hari Jumat 11/9 (foto: Andylala/VOA).

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menjelaskan tentang kasus penembakan gedung ESDM, di Jakarta hari Jumat 11/9 (foto: Andylala/VOA).

Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jakarta, masih mencari pelaku sekaligus motif kasus penembakan Gedung Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jl. HR Rasuna Said Jakarta.

Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya), membentuk satuan tugas (satgas) khusus mengusut dugaan penembakan terhadap Gedung Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jl. HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, yang terjadi pada Kamis (10/0).

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta Jum’at (11/9) menjelaskan, penyidik kepolisian masih mencari pelaku dan motif dibalik kasus penembakan yang mengenai kaca ruangan staf khusus menter ESDM, Widhyawan Prawiranata.

"Yang jelas kami dari polda metro jaya telah membentuk satgas khusus untuk penanganan kasus ini. Dan langkah-langkah awal olah tempat kejadian perkara sudah kita lakukan. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan-pengembangan, baik menggunakan cara induktif yaitu melalui olah tempat kejadian perkara, barang bukti dan lain-lain. Maupun cara deduktifyaitu berusaha memahami motif-motif apakah ada persoalan-persoalan yang berkaitan dengan individu yang ada di ruangan itu, yaitu pak Wawan (Widhyawan Prawiranata), maupun yang terkait dengan institusi," ungkap Tito,

Tito Karnavi menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku penembakan berasal dari arah jalan layang casablanca, yang berjarak lebih kurang 40 meter dari lokasi penembakan. Diduga pelaku menggunakan pistol rakitan.

"Kaca ada yang pecah, diameternya lebih kurang 12cm dan ditemukan satu proyektil. Saya tidak sebutkan kalibernya karena itu teknis penyidikan. Kemudian kita duga, dr hasil olah TKP kita, kita turunkan tim identifikasi labfor dan tim penyidik dan saya juga hadir di situ untuk olah TKP, kita duga itu penembakan berasal dari jalan layang Casablanca. Yang jaraknya dari titik itu lebih kurang, dari jalan layang ke kaca yang ditembak, hampir 40 meter. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan jarak tembak pistol, kemudian dari anak pelurunya, kalibernya itu diduga jenis pistol. Kemudian kemungkinan besar adalah jenis rakitan, dilihat dari alur dan galangannya," paparnya.

Penyidik lanjut Tito, sudah memeriksa beberapa orang saksi mata termasuk staf khusus menteri ESDM, Widhyawan Prawiranata, dan pejabat di lingkungan kementerian ESDM. Kepolisian lanjut Tito, siap memberikan pengamanan ekstra ketat di lingkungan kantor kementerian ESDM, jika diminta.

"Kita akan berikan pengamanan dr polda dan polres. Kalau ada permintaan untuk pengaman khusus kita akan berikan. Kami akan bicarakan hari ini," tambah Tito.

Kepala Pusat Informasi Publik Kementerian ESDM Hufron Asrofi kepada VOA mengatakan, penembakan yang dilakukan orang tak dikenal di Kantor ESDM yang berlokasi di Jalan Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan ini, baru pertama kali ini terjadi. Meski demikian, Hufron memastikan aktifitas perkantoran tetap berjalan normal. Kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Itu sudah diserahkan (penyelidikannya) ke polisi. (Aktifitas kantor) berjalan biasa. Kita ngantor (seperti) biasa semua," kata Hufron.

Penembakan terhadap Gedung Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jl. HR Rasuna Said Kuningan Jakarta Selatan, terjadi pada Kamis (10/9) siang. Peluru menembus kaca ruangan staf khusus Menteri ESDM, Widhyawan Prawiranata. Saat kejadian, Widhyawan tidak berada di ruangannya. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG