Tautan-tautan Akses

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Imbau Bantuan Pangan bagi Korea Utara

  • Steve Herman

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB , Valerie Amos, prihatin dengan kondisi di Korea Utara yang kekurangan pangan (foto: dok).

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB , Valerie Amos, prihatin dengan kondisi di Korea Utara yang kekurangan pangan (foto: dok).

Valerie Amos mengimbau masyarakat internasional agar mengesampingkan masalah-masalah politik dan meningkatkan pendanaan untuk memberi bantuan pangan kepada warga Korea Utara.

Valerie Amos yang minggu lalu mengunjungi negara tertutup itu mengatakan malnutrisi kronis adalah masalah serius, tapi katanya Korea Utara sendiri perlu berbuat lebih banyak untuk meyakinkan dunia yang skeptis akan kebutuhannya.

Valerie Amos hari Senin di Seoul mengatakan kepada pejabat-pejabat pemerintah dan kelompok-kelompok bantuan, kunjungannya selama lima hari ke Korea Utara memperkuat pandangannya mengenai malnutrisi kronis di negara itu.

Ia mengimbau ditingkatkannya bantuan bagi Korea Utara dan mengatakan enam juta orang di negara komunis yang miskin itu hanya bertahan dengan makan jagung, kubis dan nasi. Ia mengatakan bantuan pangan sangat mendesak tahun ini disamping masih adanya kekurangan bantuan tahunan 1 juta ton.

Valerie Amos menjelaskan, "Situasi itu sebagian diperparah oleh banjir tahun ini. Namun terkait dengan panen tahun ini, mungkin panen hampir sama atau sedikit lebih baik dari tahun lalu. Tapi kita harus ingat campuran nutrisi mereka sangat buruk. Orang-orang tidak mendapat protein apapun dan hanya mendapat sedikit jenis nutrisi lain."

PBB meminta bantuan pangan 218 juta dolar, namun hanya mendapat dana sepertiganya.

Amos mengatakan ia diijinkan mengunjungi semua lokasi di Korea Utara yang diminta delegasinya. Lokasi itu termasuk pasar umum dimana daging dan ikan dijual, tempat-tempat pembagian makanan pemerintah, dua RS , satu rumah yatim piatu dan lahan pertanian warga.

Amos mengatakan ia memberi tahu pejabat-pejabat Korea Utara bahwa negara-negara donor cukup prihatin dengan kurangnya pengawasan menyeluruh terhadap bantuan dan adanya dugaan pengalihan pangan kepada militer.

"Itulah sebabnya saya menekankan kepada pihak berwenang pengumpulan data dan informasi sangat penting. Saya juga menegaskan kepada pihak berwenang sebelum saya berkunjung dan ketika saya berada disana , bahwa masyarakat internasional merasa sangat skeptis," kata Valerie Amos.

Amerika mengatakan masih mempertimbangkan apakah akan memberi Korea Utara bantuan pangan tahun ini. Amerika mengirim tim untuk meninjau situasi disana lima bulan lalu namun laporannya belum diterbitkan.

Putaran kedua perundingan mengenai program nuklir Korea Utara minggu ini diadakan di Jenewa antara Amerika dan pejabat-pejabat Korea Utara. Korea Utara dikenai sanksi-sanksi internasional karena program nuklirnya.

Korea Selatan belum memberi bantuan dalam jumlah besar kepada Korea Utara sejak tahun 2008. Korea Selatan mengatakan telah menawarkan beberapa bantuan setelah banjir belum lama ini namun tidak mendapat tanggapan dari Korea Utara.

Amos mengatakan ia juga memberitahu pihak berwenang di Korea Utara mereka harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi kekurangan-kekurangan struktural yang menghambat efisiensi produksi pertanian dan mematahkan semangat investor asing.

XS
SM
MD
LG