Tautan-tautan Akses

Panglima Pantai Gading Perintahkan Tentara Patuhi Pemimpin Baru

  • Scott Stearns

Presiden Alassane Ouattara (kanan) berjabat tangan dengan Jenderal Philippe Mangou, di Hotel Golf, Abidjan (12/4).

Presiden Alassane Ouattara (kanan) berjabat tangan dengan Jenderal Philippe Mangou, di Hotel Golf, Abidjan (12/4).

Tentara pendukung bekas presiden Pantai Gading diperintahkan untuk kembali bekerja pada hari Rabu, di bawah kepemimpinan presiden baru negara ini, guna memulihkan keamanan setelah terjadinya kekerasan politik selama hampir empat bulan.

Jenderal Philippe Mangou, Kepala Staf Angkatan Darat dalam pemerintahan Presiden Laurent Gbagbo memerintahkan anak buahnya untuk melapor ke tempat tugas masing-masing di bawah kepemimpinan Presiden Alassane Ouattara.

Mangou mengatakan ada perubahan penting dalam kepemimpinan di Pantai Gading, sehingga tentara harus bersumpah setia kepada pemimpin yang baru. Ia mengatakan Presiden Ouattara telah memerintahkan mereka untuk mengamankan Abidjan dan seluruh Pantai Gading.

Mengamankan Abidjan berarti mengumpulkan kelompok-kelompok pemuda militan yang dibentuk bekas presiden Gbagbo, yang pada minggu lalu, dikerahkan Mangou untuk membantu pertahanan bekas presiden tersebut. Gbagbo sekarang ini dikenai tahanan rumah, setelah ia ditangkap oleh pasukan pendukung Presiden Ouattara dalam bunker bawah tanah di kompleks istana kepresidenan.

Gbagbo telah menyerukan pendukungnya untuk meletakkan senjata. Tetapi masih ada pertempuran sporadis di Abidjan, karena penembak jitu masih menguasai bagian kota di distrik Plateau. Mangou mengatakan tentara nasional baru yang dipimpin Presiden Ouattara akan bergerak cepat memulihkan keamanan.

Untuk mengamankan kota ini, Mangou mengatakan tentara perlu menghentikan kekacauan. Ia menyerukan kepada semua orang yang bersenjata dan yang tidak berhak memegang senjata untuk meletakkan senjata mereka. Mangou mengatakan mereka yang tertangkap memegang senjata, akan dianggap sebagai penjahat dan akan diadili.

Presiden Ouattara telah membuat pemulihan keamanan di Abidjan sebagai priotitasnya yang utama. Banyak orang tak bisa bepergian ke luar rumah selama dua minggu. Membuka kembali bank-bank, dan pabrik serta melanjutkan ekspor biji coklat lewat pelabuhan tidak bisa dilakukan dalam keadaan perang.

Untuk memulihkan hukum dan ketertiban, Presiden Ouattara memerlukan kesetiaan dari pasukan pendukung Gbagbo maupun disiplin dari tentaranya sendiri. Serangan-serangan balas dendam dari pasukannya tak hanya akan menodai pemerintah baru ini, tetapi juga akan menyulut perlawanan bersenjata lebih lanjut dari pendukung Gbagbo. Wakil Direktur Amnesty Internasional untuk Afrika, Veronique Aubert, mengatakan hanya keadilan dan perlindungan yang bisa mengakhiri ketakutan yang mencekam di Pantai Gading. Ia menghimbau Presiden Ouattara untuk memberi instruksi tegas kepada pasukannya untuk mencegah pelanggaran HAM.

XS
SM
MD
LG