Tautan-tautan Akses

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Janjikan Dukungan bagi Ukraina


Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Cahterine Ashton (kiri) saat bertemu dengan mantan PM Ukraina Yulia Tymoshenko di Kyiv, Ukraina (25/2).

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Cahterine Ashton (kiri) saat bertemu dengan mantan PM Ukraina Yulia Tymoshenko di Kyiv, Ukraina (25/2).

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa menjanjikan dukungan internasional yang kuat bagi Ukraina sementara negara itu berupaya membentuk suatu pemerintahan baru menyusul tersingkirnya Presiden Viktor Yanukovych.

Catherine Ashton berbicara pada konferensi pers hari Selasa (25/2) saat berkunjung ke ibukota Ukraina, Kyiv. Ia mengatakan lembaga-lembaga keuangan Barat sedang mempertimbangkan cara-cara membantu pemulihan ekonomi Ukraina setelah protes politik selama tiga bulan. Ashton juga mendesak Rusia agar membiarkan Ukraina menemukan jalan keluar sendiri dari krisis politiknya walaupun memiliki hubungan dagang yang kuat dengan Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Grigory Karasin Selasa bertemu dengan Duta Besar Ukraina untuk Rusia, Volodymr Yelchenko, di Moskow dan mengangkat isu terkait keselamatan warga dan perwakilan diplomatik Rusia di wilayah Ukraina.

Sebelumnya, parlemen Ukraina menunda hingga Kamis (27/2) rencana-rencana untuk memilih pemerintah persatuan nasional yang baru. Ketua parlemen dan penjabat presiden, Oleksandr Turchynov, mengeluarkan pengumuman itu hari Selasa (25/2), saat parlemen dijadwalkan mengumumkan pemimpin-pemimpin barunya.

Berbagai laporan menyebutkan penundaan itu dimaksudkan agar parlemen dapat melanjutkan konsultasi lebih mendalam terkait isu tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika William Burns dijadwalkan berada di Ukraina hari Selasa (25/2). Ia diperkirakan akan bertemu dengan penjabat presiden Turchynov serta anggota-anggota parlemen.

Departemen Luar Negeri menyatakan Burns “akan mendesak pemerintah baru agar mengambil semua langkah yang diperlukan bagi pemilihan presiden yang bebas dan adil pada bulan Mei.”

Hari Senin, pemerintah sementara Ukraina mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi presiden tersingkir Yanukovych, menuduhnya dan pejabat-pejabat lainnya melakukan pembunuhan massal terhadap demonstran anti-pemerintah.

Hari Selasa, parlemen memutuskan untuk menyeret mantan presiden Yanukovych yang melarikan diri ke Mahkamah Kejahatan Internasional untuk diadili atas kejahatan yang dilakukan selama demonstrasi anti-pemerintah, termasuk pembunuhan sejumlah pengunjuk rasa.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG