Tautan-tautan Akses

Obama Tiba di Kenya di Tengah Penjagaan Ketat


Presiden AS Barack Obama menerima karangan bunga dari seorang gadis cilik saat tiba dengan pesawat Air Force One di bandara internasional Jomo Kenyatta di Nairobi (24/7).

Presiden AS Barack Obama menerima karangan bunga dari seorang gadis cilik saat tiba dengan pesawat Air Force One di bandara internasional Jomo Kenyatta di Nairobi (24/7).

Presiden AS Barack Obama tiba di Kenya, Jumat malam, di tengah ketatnya keamanan, di awal kunjungannya selama dua hari di ibukota, Nairobi.

Obama mendarat di Nairobi Jumat malam dan disambut di landasan pesawat oleh Presiden Kenya Uhuru Kenyatta. Presiden Obama menerima karangan bunga dan berjabat tangan dengan para pejabat tinggi Kenya lalu menandatangani sebuah buku tamu sebelum memasuki kendaraan limousine.

Obama akan menghadiri KTT Global Entrepreneurship di Nairobi, di mana ia akan menyoroti pertumbuhan hubungan ekonomi Amerika dengan sub-Sahara Afrika.​

Pasukan keamanan berpatroli di ibukota, Jumat, dan kantor berita Associated Press melaporkan beberapa pesawat militer AS terlihat terbang di sekitar wilayah tersebut.

Pemerintah berencana untuk menutup sementara jalan-jalan utama serta bandara bertepatan dengan kedatangan dan keberangkatan Obama.

Jalanan di Nairobi telah dicat dan ditata untuk menyambut Obama untuk apa yang disebut oleh warga Kenya sebagai "kepulangan" Obama.

Kenya memiliki signifikansi sendiri bagi Presiden Obama. Ayahnya lahir dan dimakamkan di sebuah desa di Kenya bagian barat pernah menjabat dalam pemerintahan presiden pertama Kenya.

Obama mengunjungi Kenya terakhir kali tahun 2006 sebagai senator AS, tapi, ini adalah kunjungan pertamanya sebagai presiden - dan ini, menurut Wakil Presiden William Ruto, berarti banyak bagi negara ini.

"Presiden Obama tidak sama dengan presiden Amerika lainnya. Ia memiliki akar di Afrika, dan khususnya Kenya, dan ini signifikan dalam cara yang sangat berbeda," ujar Ruto kepada VOA.

Kunjungan ke Ethiopia

Setelah dua hari di Kenya, Obama akan menjadi menjadi presiden Amerika pertama yang mengunjungi Ethiopia. Obama dijadwalkan akan bertemu dengan perdana menteri Ethiopia dan memberikan sambutan untuk Uni Afrika, yang berkantor pusat di Addis Ababa.

Kelompok hak asasi manusia telah mendesak presiden untuk menggunakan kunjungan tersebut untuk menyerukan reformasi hak asasi manusia di kedua negara.

Dalam sebuah surat kepada Obama, sebuah kelompok yang terdiri dari 14 LSM dan para pakar mengatakan pemerintah Kenya dan Ethiopia "menghadapi ancaman keamanan yang nyata, tetapi kita prihatin dengan cara masing-masing pemerintah memberikan tanggapan mereka, seringkali dengan langkah-langkah keamanan yang berlebihan dan meningkatnya penahanan terhadap masyarakat sipil dan media independen. "

Acara Gedung Putih untuk Afrika

Awal pekan ini, Obama berbicara tentang perdagangan dengan Afrika dalam sebuah resepsi di Gedung Putih yang menandai penandatanganan perjanjian Pertumbuhan dan Peluang Afrika.

Ia mengatakan walaupun banyak tantangan yang dihadapi Afrika, benua ini merupakan tempat yang dinamis dengan sejumlah pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Ia mengatakan Afrika berpotensi untuk menjadi pusat peluang ekonomi global berikutnya.​

Presiden mengatakan perjanjian perdagangan tersebut akan terus mendorong tata pemerintahan yang baik, hak-hak buruh dan hak asasi manusia di Afrika.

Obama bulan lalu menandatangani perpanjangan 10 tahun dari otoritas perdagangan utama negara itu dengan Afrika - yang telah berlangsung selama 15 tahun dan mendorong perdagangan AS-Afrika hingga $730 miliar tahun lalu, dengan nilai ekspor AS lebih dari separuh jumlah total tersebut.

Presiden Barack Obama berjabat tangan dengan para tamu di Gedung Putih seusai penandatanganan the African Growth and Opportunity Act (AGOA) (Foto: dok).

Presiden Barack Obama berjabat tangan dengan para tamu di Gedung Putih seusai penandatanganan the African Growth and Opportunity Act (AGOA) (Foto: dok).

Lebih dari 40 negara sub-Sahara yang memenuhi syarat untuk memetik manfaat perdagangan di bawah perjanjian tersebut, di mana sebagian besar impor dari Afrika bebas memasuki Amerika Serikat. Penjanjian ini terutama akan menguntungkan eksportir minyak Angola dan Nigeria.

Bahkan bersamaan dengan pesatnya perdagangan dengan AS, nilanya masih jauh dengan volume perdagangan China dengan Afrika sejumlah $200 miliar, dan antara Afrika dengan 28 negara Uni Eropa yang mencapai $140 miliar.​

Diplomasi

Obama telah meningkatkan kerjasama mempererat hubungan AS dengan Afrika. Agustus lalu, ia meluncurkan KTT AS-Afrika yang pertama di Washington.

Amerika Serikat mengatakan langkah-langkah perdagangan dengan Afrika dapat menciptakan sekitar 350.000 pekerjaan. Utusan Perdagangan AS Michael Froman dan Penasehat Keamanan Nasional Susan Rice mengatakan perjanjian tersebut "menyediakan kesempatan ekonomi yang sangat penting," membantu bisnis-bisnis di Afrika menjadi lebih kompetitif dan membuka jalan bagi meningkatnya laju investasi bagi negara-negara Afrika.

Perjanjian tersebut kini sedang menanti persetujuan dari Kongres.​

Beberapa materi dalam laporan ini diambil dari the Associated Press.

XS
SM
MD
LG