Tautan-tautan Akses

Kenya Imbau Dunia Arab agar Bantu Amankan Somalia

  • Gabe Joselow

Seorang tentara Kenya berjaga-jaga di wilayah dekat perbatasan Kenya-Somalia, di mana kelompok militan asl-Shabab aktif melakukan serangan.

Seorang tentara Kenya berjaga-jaga di wilayah dekat perbatasan Kenya-Somalia, di mana kelompok militan asl-Shabab aktif melakukan serangan.

Kenya mengimbau dukungan lebih besar dari dunia Arab agar membantu mengamankan Somalia selagi pasukan Kenya terus melakukan pengejaran terhadap anggota-anggota kelompok al-Shabab di negeri itu.

Wakil Direktur Kementerian Luar Negeri Kenya Lindsay Kiptiness mengatakan kepada wartawan di Nairobi bahwa Kenya menghimbau negara-negara Arab agar membantu Somalia.

“Selagi saya berbicara di sini, Menteri Luar Negeri sedang berada di Timur Tengah untuk mencari dukungan dari dunia Islam yang kami anggap penting. Kami sedang mengupayakan strategi untuk memastikan adanya dukungan dari Liga Arab dan negara-negara Islam lain yang telah memberi dukungan kepada TGF sebelumnya, seperti Turki dan Iran,” ujar Kiptiness.

Militer Kenya mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pasukan Pemerintah Peralihan Federal Somalia (TGF) untuk menghancurkan kelompok militan al-Shabab yang terkait al-Qaida di wilayah-wilayah dekat perbatasan Kenya.

Kenya melancarkan operasi militer pada pertengahan Oktober yang disebutnya sebagai tindakan bela diri setelah terjadi beberapa serangan lintas batas yang katanya dilakukan kelompok militan Somalia.

Namun, dalam beberapa minggu terakhir ini Kenya mencari dukungan lebih besar dari masyarakat internasional.

Kiptiness juga mengatakan Kenya akan minta PBB untuk memperluas mandat misi penjaga perdamaian PBB yang disebut AMISOM.

Para pejabat Kenya sebelumnya mengatakan akan meminta pasukan-pasukan AMISOM dan TGF agar membantu memelihara perdamaian di Somalia Selatan setelah pasukan Kenya ditarik nantinya.

Militer Kenya mengatakan telah mengubah taktiknya dalam memerangi al-Shabab. Setelah melancarkan beberapa minggu serangan udara, militer Kenya mengatakan al-Shabab terpecah menjadi faksi-faksi kecil, sehingga pasukan Kenya juga mulai melancarkan serangan-serangan dalam skala kecil.

Kolonel Cyrus Oguna, pejabat Informasi pada Angkatan Bersenjata Kenya, mengatakan misi itu sekarang juga melibatkan badan-badan kemanusiaan.

Kolonel Oguna mengatakan strategi baru itu menjelaskan berkurangnya operasi militer belakangan ini.

Dalam insiden terakhir, Oguna mengatakan pasukan TGF melancarkan serangan terhadap kelompok militan al-Shabab yang dicurigai telah menewaskan empat warga Somalia dalam serangan atas sebuah mobil yang membawa khat, sejenis daun ganja yang dikunyah seperti tembakau. Oguna mengatakan empat anggota kelompok al-Shabab tewas dan dua tentara TGF cedera dalam tembak menembak itu.

Militer Kenya mengatakan ratusan anggota kelompok al-Shabab tewas atau cedera sejak serangan militer dimulai, sementara lima tentara Kenya tewas.

XS
SM
MD
LG