Tautan-tautan Akses

Kendaraan Baru NASA Bantu Ilmuwan Pelajari Mars


Gambar permukaan Mars yang diambil oleh kendaraan penjelajah NASA, Curiosity, awal bulan ini. (Foto: NASA/JPL-Caltech)

Gambar permukaan Mars yang diambil oleh kendaraan penjelajah NASA, Curiosity, awal bulan ini. (Foto: NASA/JPL-Caltech)

NASA sedang membuat kendaraan baru untuk menemani kendaraan penjelajah Curiosity dan menyelidiki bagaimana Mars terbentuk.

Kendaraan penjelajah NASA di Mars, Curiosity, akan mendapatkan teman.

Lembaga luar angkasa AS tersebut pada Senin (20/8) memilih sebuah kendaraan pendarat Mars untuk misi ilmiah luar angkasa yang akan diluncurkan pada 2016. Misi ini bertujuan menyelidiki bagaimana Mars terbentuk, informasi yang menurut para ilmuwan akan memberikan pengetahuan mengenai bagaimana struktur batuan seperti Bumi diciptakan.

Tidak seperti Curiosity, kendaraan penjelajah seukuran mobil yang mendarat di Mars pada 6/8 untuk mencari habitat tempat kehidupan mikrobial di Mars, penyelidikan terbaru ini akan fokus pada apa yang terjadi di inti planet merah tersebut.

Pendarat (lander) bertenaga surya yang disebut InSight ini akan dilengkapi sebuah seismometer buatan Perancis untuk menentukan apakah ada gempa di Mars (Marsquakes), serta sebuah termometer untuk mengukur panas di inti planet, menurut pejabat NASA.

“Ini adalah sesuatu yang menarik perhatian komunitas ilmiah selama bertahun-tahun,” ujar John Grunsfeld, wakil kepala administrasi NASA untuk sains, pada jumpa pers Senin.

“Seismologi adalah metode standar yang telah dipakai untuk memahami isi Bumi dan kita tidak memiliki pengetahuan tersebut tentang Mars,” kata Grunsfeld.

Meski pendarat tersebut tidak memiliki peralatan selengkap Curiosity, yang memiliki 10 instrumen untuk analisis kimia dan penelitian lainnya, InSight akan dilengkapi alat bor buatan Jerman yang dapat menembus kedalaman 30 kaki (9 meter) dalam kerak Mars.

Proyek tersebut berkompetisi melawan dua misi lainnya untuk mendapatkan dana US$425 juta dari NASA dan kesempatan pergi ke luar angkasa.

Dua misi lainnya adalah proyek untuk mengeksplorasi danau metana cair di Titan, bulan terbesar di Saturnus; dan pelompat robotik yang dapat berlari cepat di permukaan komet untuk mengukur bagaimana sinar matahari mengubah permukaannya.

Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, yang menjalankan misi Curiosity, juga akan memimpin InSight.

Kendaraan pendarat tersebut akan dirancang untuk dapat bertahan selama dua tahun. (Reuters/Irene Klotz)
XS
SM
MD
LG