Tautan-tautan Akses

Kenakan Rompi Bahan Peledak, 2 Pria Ditangkap di Mali


Tentara Mali melakukan pengawasan di sebuah jembatan masuk ke kota Gao (8/2), di mana pembom bunuh diri sempat meledakkan diri di dekat tempat pemeriksaan militer.

Tentara Mali melakukan pengawasan di sebuah jembatan masuk ke kota Gao (8/2), di mana pembom bunuh diri sempat meledakkan diri di dekat tempat pemeriksaan militer.

Dua laki-laki yang diduga memakai rompi dengan bom, ditangkap di dekat Gao hari Sabtu, sehari setelah seorang pembom bunuh diri menyerang pos pemeriksaan di Mali utara.

Pejabat Mali mengatakan dua laki-laki, yang diduga memakai rompi dengan bom, ditangkap di dekat Gao hari Sabtu, sehari setelah seorang pembom bunuh diri menyerang pos pemeriksaan militer di dekat kota di Mali utara itu. Juru bicara militer Mali dan saksi-saksi mengatakan dua laki-laki ditahan di jalan yang menuju Gao.

Pasukan Mali meningkatkan keamanan setelah serangan hari Jumat. Seorang wartawan lokal kepada VOA mengatakan pemboman terjadi tidak sampai 10 meter dari pos pemeriksaan militer.

Gerakan untuk Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO) mengaku bertanggung jawab atas ledakan hari Jumat dan bersumpah akan melakukan lebih banyak serangan terhadap tentara Mali yang berpihak pada apa yang disebut "musuh-musuh Islam."

MUJAO adalah satu dari beberapa kelompok militer yang berkubu di Mali utara sebelum pasukan Perancis campur tangan bulan Januari.

Radio Internasional Perancis hari Sabtu mengatakan, pihak berwenang Mali telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pemimpin MUJAO dan juga Ansar Dine dan MNLA, kelompok separatis Tuareg.

Ketiga kelompok militan itu terkait kerusuhan di utara negara itu. Kekerasan hari Jumat membayangi kedatangan 70 pelatih militer Uni Eropa. Mereka bagian pertama dari 500 instruktur militer yang ditugaskan membantu memperkuat pasukan Mali.
XS
SM
MD
LG