Tautan-tautan Akses

Kena Protes, P&G Ubah Kebijakan Minyak Kelapa Sawit


Pekerja mengumpulkan kelapa sawit di perkebunan di Pangkalan Bun di Kalimangan Tengah, Indonesia. (Foto: Dok)

Pekerja mengumpulkan kelapa sawit di perkebunan di Pangkalan Bun di Kalimangan Tengah, Indonesia. (Foto: Dok)

Perusahaan produk konsumen terbesar di dunia tersebut mengatakan bahwa mereka telah mengadopsi kebijakan "tidak ada penebangan hutan" untuk pasokan minyak kelapa sawitnya

Procter & Gamble Co. telah memperbarui kebijakannya mengenai minyak kelapa sawit menyusul protes-protes yang menjadi sorotan oleh Greenpeace di kantor pusat perusahaan tersebut di Cincinnati, AS.

Perusahaan produk konsumen terbesar di dunia tersebut mengatakan Selasa (8/4) bahwa mereka telah mengadopsi kebijakan "tidak ada penebangan hutan" untuk pasokan minyak kelapa sawitnya untuk menjamin produk-produk mereka tidak berkontribusi pada penebangan hutan. Perusahaan tersebut mengatakan akan bekerja dengan para pemasok dan yang lainnya untuk menjamin pemenuhan tujuan tersebut pada 2020. Mereka juga akan mengembangkan sistem pelacakan pasokan terkait minyak kelapa sawit pada 2015.

Langkah-langkah tersebut datang setelah tekanan selama berminggu-minggu dari Greenpeace, yang menggelar spanduk raksasa di kantor-kantor perusahaan itu bulan lalu. Polisi telah menahan para aktivis dengan tuduhan pencurian dan vandalisme. Kelompok ini kemudian menyebarkan pesannya ke seluruh dunia dengan protes di lima negara lainnya.

Greenpeace mengatakan pengumuman P&G merupakan langkah sangat besar menuju perlindungan hutan hujan Indonesia dan masyarakat yang bergantung pada hutan, namun mereka memperingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang tersisa.

Perusahaan tersebut ingin P&G mengambil tindakan setelah menemukan beberapa pemasok mereka terkait deforestasi di wilayah-wilayah Indonesia yang merupakan habitat harimau Sumatera dan orangutan, selain spesies lainnya. (AP)
XS
SM
MD
LG