Tautan-tautan Akses

Kemitraan Trans Pasifik Muncul Sebagai Isu Penting di Rust Belt States


Seorang delegasi mengangkat poster anti-Trans-Pacific Partnership (TPP) di Konvensi Nasional Partai Demokrat Senin (25/7).

Seorang delegasi mengangkat poster anti-Trans-Pacific Partnership (TPP) di Konvensi Nasional Partai Demokrat Senin (25/7).

Perjanjian perdagangan bebas internasional, yang biasanya kurang mendapat perhatian dalam kampanye pemilu AS, menjadi isu panas pada tahun 2016.

Setelah kedua calon presiden partai muncul dari konvensi mereka untuk berhadapan dalam kampanye pemilihan umum, perdagangan bebas telah menjadi salah satu isu yang paling penting. Hal ini terutama penting bagi penduduk di kawasan yang disebut Rust Belt atau Sabuk Berkarat, wilayah utara tengah Amerika yang dulu pernah memiliki banyak industri tapi sekarang sebagian besar ditutup. Mereka katanya bisa menentukan siapa presiden Amerika berikutnya.

Perdebatan telah difokuskan pada Trans-Pacific Partnership, atau TPP, kesepakatan perdagangan 12 negara yang akan mencakup 40 persen perekonomian dunia.

Para pendukung mengatakan TPP akan melonggarkan hambatan perdagangan dan memacu pertumbuhan ekonomi global. Pihak oposisi berpendapat TPP hanya akan mendukung bisnis besar, dan mengirim pekerjaan ke luar negeri ke negara-negara dengan upah rendah.

Calon presiden Demokrat Hillary Clinton dan saingannya dari Partai Republik Donald Trump sama-sama menentang TPP. Bakal calon kedua Demokrat Bernie Sanders juga lawan yang vokal. [as]

XS
SM
MD
LG