Tautan-tautan Akses

Kemerdekaan AS di Mata Masyarakat Indonesia

  • Budi Nahaba

Spanduk bergambar Presiden Barack Obama di Jakarta, yang dipegang oleh warga Jakarta pendukung Obama pada Maret lalu.

Spanduk bergambar Presiden Barack Obama di Jakarta, yang dipegang oleh warga Jakarta pendukung Obama pada Maret lalu.

Momentum perayaan kemerdekaan Amerika 4 Juli mendapat respon beragam dari warga Indonesia, terutama mereka yang menaruh perhatian dalam bidang pendidikan dan ekonomi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menyebut kemitraan kedua negara pada hakikatnya merupakan kemitraan yang semakin baik.

“Kita menyambut gembira terkait Perayaan Kemerdekaan Amerika Serikat dalam konteks hubungan bilateral kedua negara, yang telah semakin memperdalam hubungan yang ada,” kata Teuku Faizasyah.

Menurutnya, keduanya sudah memasuki hubungan kemitraan yang strategis, yang tentunya akan ditindaklanjuti pada kunjungan Presiden Obama ke Indonesia nanti, terkait dengan deklarasi kemitraan strategis Indonesia dan Amerika. Namun, selama ini upaya mengukuhkan kemitraan strategis juga telah dilakukan diberbagai bidang.

Baru-baru ini Kantor Juru Bicara Gedung Putih dalam siaran persnya memuat Pidato Presiden Obama dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan sarapan pagi di sela-sela kegiatan puncak keempat G20 di Toronto, Kanada.

Ada dua bidang yang secara khusus menjadi perhatian terkait kemitraan kedua negara, yaitu perubahan iklim dan kerjasama bidang pendidikan. Amerika berencana membantu membangun pusat studi perubahan iklim di sejumlah kawasan di dunia termasuk Indonesia. Sedangkan dalam bidang pendidikan, Amerika akan menyalurkan dana tambahan senilai 160 juta dolar AS untuk mewujudkan sejumlah program bersama untuk meningkatkan kerja sama pendidikan bagi kaum muda di kedua negara.

Akademisi sekaligus anggota Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Prof. Siti Musdah Mulia, merespon positif upaya-upaya peningkatan kerjasama bilateral bidang pendidikan antara Amerika-Indonesia. “Kemitraan (Amerika-Indonesia Bidang Pendidikan) memberikan fokus kepada masyarakat yang tidak tersentuh dalam pembangunan rutin yang seringkali selama ini memberikan ketimpangan antara Indonesia bagian timur dan barat," ujar Musdah.

Selain itu, ia berharap kemitraan ini akan memberikan bantuan kepada Indonesia untuk pemerataan pendidikan terutama bagi rakyat miskin.

Kantor Juru Bicara Gedung Putih di Washington juga baru-baru ini dalam siaran persnya mencatat kemajuan besar dalam hubungan Amerika dan Indonesia sejak pertengahan tahun 2009. Kedua negara secara bersama-sama telah meluncurkan kembali program Peace Corps yang mendorong pengertian yang lebih besar antara penduduk Indonesia dan Amerika. Program internasional ini sempat berlangsung di Indonesia, tapi dihentikan di dekade 1960-an oleh Presiden Soekarno.

Pemerintah kedua negara juga telah menandatangani perjanjian-perjanjian, di bidang-bidang lain seperti sains dan teknologi dan penanaman modal.

Pesta kembang api di Washington D.C merayakan hari kemerdekaan Amerika.

Pesta kembang api di Washington D.C merayakan hari kemerdekaan Amerika.

Terkait hari kemerdekaan Amerika dan upaya peningkatan kemitraan kedua negara di berbagai bidang, seorang warga Jakarta berpendapat, “(Kita bisa lihat) bagaimana demokrasi berjalan di Amerika, karena demokrasi yang ada di Indonesia ini seperti bisa kita lihat memang berjalan cukup maju, (tapi) itu tidak sejalan dengan demokrasi ekonomi”.

Seorang warga lainnya meminta Amerika untuk menyelesaikan perselisihan antara Palestina dan Israel. “Saya pikir mereka harus membuktikan bahwa mereka memang pasukan perdamaian dunia”, kata warga tersebut.

Sementara itu, kantor Kedutaan Amerika di Jakarta serta beberapa kantor konsulat Amerika berdasarkan pantauan VOA hari Senin diliburkan. Tidak tampak ada perayaan khusus memperingati hari Kemerdekaan warga Amerika di kantor-kantor tersebut.

XS
SM
MD
LG