Tautan-tautan Akses

Kementerian Kesehatan RI: Waspadai Penyakit Misterius dari Kamboja

  • Fathiyah Wardah

Warga antri untuk mendapatkan pengobatan gratis untuk anak-anak mereka dari rumah sakit Kantha Bopha di Phnom Penh, Kamboja (4/7). Penyakit misterius telah menyebabkan meninggalnya lebih dari 60 anak di Kamboja.

Warga antri untuk mendapatkan pengobatan gratis untuk anak-anak mereka dari rumah sakit Kantha Bopha di Phnom Penh, Kamboja (4/7). Penyakit misterius telah menyebabkan meninggalnya lebih dari 60 anak di Kamboja.

Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan surat edaran untuk memperingatkan warga agar mewaspadai merebaknya penyakit misterius yang telah menyebabkan meninggalnya 61 anak di Kamboja.

Kementerian Kesehatan RI telah membuat surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan dan kepala kantor kesehatan pelabuhan di seluruh Indonesia untuk melakukan antisipasi sehubungan dengan penyakit misterius yang telah menewaskan 61 anak di Kamboja.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Toga Aditama kepada VOA Rabu (11/7) menjelaskan pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Kamboja sehubungan dengan penyakit tersebut.

Menurut Tjandra, Penyakit misterius yang menyerang anak-anak di Kamboja itu ditandai dengan gejala demam tinggi, yang diikuti dengan gangguan pernafasan parah yang berlangsung cepat. Tjandra menambahkan Kementerian Kesehatan akan terus melakukan antisipasi terkait dengan penyakit tersebut.

"Pertama, agar semua pihak mengetahui penyakit ini. Yang kedua agar mewaspadai kalau ada sejumlah anak yang sakit terutama usia di bawah lima tahun dengan gejala atau keluhan yang serupa," kata Tjandra.

"Kalau ada kematian, dalam surat edaran itu diberikan juga nomor telfon dimana mereka harus melaporkan kalau ada kejadian-kejadian yang tidak biasa yang ditemui pada masyarakat di daerah masing-masing. Kita pantau dari waktu ke waktu bagaimana penyakit itu dan bagaimana perkembangannya," tambahnya.

Menurut data WHO, dari 62 anak berusia tiga bulan hingga 11 tahun yang dirawat karena penyakit misterius yang merebak sejak tiga bulan terakhir ini, hanya satu orang yang berhasil diselamatkan.

Tjandra Yoga menambahkan pihak WHO dan Kementerian Kesehatan Kamboja belum berhasil mendiagnosis penyakit misterius tersebut. Hal itu disebabkan keseluruhan data tentang penyakit itu belum terkumpul.

Berdasarkan informasi yang dari Kementerian Kesehatan Kamboja tidak semua sampel laboratorium ada karena sebagian korban meninggal sebelum sempat diperiksa. Dari kasus yang diperiksa, sebagian penderita positif terinveksi virus yang terkait dengan penyakit tangan, kaki dan mulut atau yang lebih dikenal sebagai Enterovirus EV-71.

"Sebagian besar kasus (di Kamboja) tidak bisa periksa di laboratorium karena katanya (pasien) keburu meninggal dunia. Tapi dari pasien yang berhasil diperiksa itu, sebagian besar (tekena) enterovirus 71 , walaupun ada juga (yang) penyebabnya (terkena) demam berdarah," jelas Tjandra. "Ada juga yang namanya streptococcus Suis. Jadi dia masih mempertimbangkan beberapa kemungkinan, walaupun memang cukup besar presentasenya yang (terinfeksi) enterovirus 71," imbuhnya.

Masyarakat Jakarta yang ditemui VOA merasa khawatir tentang adanya penyakit misterius yang terjadi di Kamboja. Mereka berharap pemerintah lebih mensosialisasikan kepada masyarakat terkait penyakit, tersebut agar masyarakat dapat mewaspadainya.

"Saya juga denger soal penyakit itu dan ngeri juga karena belum ketahuan penyakit apa. Harusnya pemerintah mengumpuli warga di tiap-tiap RT, dikasih tahu, ciri penyakit misterius seperti ini. Jadi warga juga tahu. (Umi) Seharusnya pemerintah antisipasi karena kita tahu penyakit apa yang sebenarnya," kata Ahmad, warga Jakarta.

Tahun lalu, penyakit dengan gejala yang sama telah menyebabkan 166 orang meninggal di Vietnam. Sebagian besar diantaranya adalah anak-anak.
XS
SM
MD
LG