Tautan-tautan Akses

Kemarau Panjang Khawatirkan Penduduk Kamboja dan Vietnam


Petani menanam padi di musim kemarau di pinggiran kota Phnom Penh, Kamboja (Foto: dok).

Petani menanam padi di musim kemarau di pinggiran kota Phnom Penh, Kamboja (Foto: dok).

Janji Bounhang Vorachith, yang baru-baru ini diangkat menjadi sekretaris jenderal Partai Komunis Laos, menimbulkan harapan pendekatan yang lebih ramah ke perundingan dengan negara-negara lain yang juga menggunakan Sungai Mekong.

Kemarau panjang di Asia Tenggara menimbulkan kekhawatiran di pedesaan Kamboja dan Vietnam di mana tingkat kadar garam meningkat di Sungai Mekong dan penduduk skeptis akan janji baru dari Laos bahwa negara itu akan menghormati hak-hak negara hilir sungai dalam pembangunan bendungan.

Janji baru dari Vientiane itu disampaikan oleh Bounhang Vorachith, yang baru-baru ini diangkat menjadi sekretaris jenderal Partai Komunis Laos, yang menimbulkan harapan ia mungkin akan menunjukkan pendekatan yang lebih ramah ke perundingan dengan negara-negara lain yang juga menggunakan Sungai Mekong.

“Laos akan berusaha memastikan bahwa tidak akan ada dampak,” kata Bounhang baru-baru ini kepada pemerintah Kamboja mengenai rencana Vientiane untuk membangun 11 bendungan di sungai Mekong dan dampaknya terhadap negara-negara tetangga.

Ia juga mengingatkan Perdana Menteri Hun Sen bahwa Laos telah mengkaji kemungkinan dampak bendungan itu dan berjanji membatasi dampak bendungan PLTA Don Sahong yang kontroversial itu, Phnom Penh Post melaporkan, yang akan dibangun tidak jauh di utara perbatasan Kamboja. [gp]

XS
SM
MD
LG