Tautan-tautan Akses

Keluarga Tunggu Kejelasan Nasib 6 WNI Asal Solo yang Hilang di Turki

  • Yudha Satriawan

Imigrasi Surakarta menunjukkan salinan lembaran identitas paspor enam WNI asal Solo yang hilang di Turki (Foto: VOA/Yudha)

Imigrasi Surakarta menunjukkan salinan lembaran identitas paspor enam WNI asal Solo yang hilang di Turki (Foto: VOA/Yudha)

Keluarga masih menunggu kejelasan nasib WNI asal Solo yang hilang di Turki. Sementara itu, pihak imigrasi Surakarta memastikan paspor mereka asli dan dibuat akhir tahun lalu.

Keluarga masih menunggu kejelasan nasib belasan Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang di Turki. Juru bicara keluarga WNI asal Solo yang hilang di Turki, Muhammad Arif, mengatakan belum ada pernyataan resmi dari pemerintah yang diterima keluarga terkait hilangnya enam WNI asal Solo tersebut.

Menurut Muhammad Arif, keluarga membantah pemberitaan di media yang melansir belasan WNI yang hilang di Turki tersebut diduga bergabung dengan militan gerakan negara Islam (ISIS).

“Saya selaku juru bicara keluarga Umar Salim, saya kakak dari WNI yang hilang di Turki memang benar enam anggota keluarga kami melakukan perjalanan ke Timur Tengah, Turki. Ini sudah direncanakan sejak lama. Setelah bulan puasa tahun lalu, kedua adik saya, Fauzi dan Hafid beserta istri, Soraiyah, dan tiga anaknya, agenda mereka untuk wisata. Kontak terakhir mereka tanggal 27 Februari lalu, Fauzi menelepon saya memberitahu sudah berada di sana. Dari nomor telepon yang tertulis di ponsel saya, itu dari nomor internasional Turki," kata Muhammad Arif.

"Kami membantah pemberitaan di media maupun pernyataan pemerintah mengenai dugaan keluarga kami yang hilang itu masuk ke Suriah atau bergabung ISIS. Tidak. Saya yakin tidak. Saya berharap pemerintah tidak terburu-buru memberikan statement atau opini WNI yang hilang tersebut diduga terlibat ISIS. Hal ini akan membuat keluarga kami terusik,” jelasnya.

Lebih lanjut Arif justru mempertanyakan biro atau agen perjalanan wisata yang membawa rombongan keluarganya tersebut.

Sementara itu, Kantor Imigrasi Surakarta memastikan paspor yang digunakan rombongan keluarga tersebut sesuai prosedur. Kepala Kantor Imigrasi Surakarta, Djarot Sutrisno, mengungkapkan keaslian paspor enam WNI asal Solo yang hilang di Turki tersebut. Menurut Djarot, paspor tersebut dibuat akhir lalu.

“Paspor yang dibuat kantor Imigrasi Surakarta terkait hilangnya 16 WNI di Turki. Kami hanya mengeluarkan enam paspor yaitu lima orang dalam satu keluarga Hafid Umar Babher, Soraiyah Cholid Abu Bakar, Ustman Hafid Babher, Atikah Hafid Babher, dan Hamzah Hafid Babher, dibuat 6 Oktober 2014. Kemudian satu paspor dibuat dua hari kemudian atas nama, Fauzi umar Salim. Ke-6 paspor tersebut asli dan dibuat sesuai prosedur, artinya kelengkapan berkas KTP maupun KK sudah sesuai. Domisili mereka ada di Solo,” kata Djarot.

Salinan lembaran identitas paspor enam WNI asal Solo yang hilang di Turki terpajang lengkap dengan foto masing-masing. Tanggal berlakunya paspor tersebut sama yaitu Oktober 2014 hingga Oktober 2019.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Luar negeri merilis 16 WNI hilang di Turki pekan lalu. Enam belas WNI tersebut berasal dari Surakarta atau Solo dan Surabaya. Pemerintah Indonesia dan Turki masih menelusuri dugaan belasan WNI tersebut bergabung gerakan ISIS di Suriah melalui perbatasan Turki.

Belasan WNI tersebut berkunjung ke Turki dalam rangka kunjungan wisata yang dikoordinir sebuah agen perjalanan wisata, namun di tengah perjalanan di Turki, rombongan satu keluarga tersebut memisahkan diri dan berjanji akan berkumpul kembali saat akan kembali ke Indonesia. Sejak anggota lain yang satu rombongan berada di Bandara Turki hingga sudah kembali ke Jakarta, belasan WNI yang memisahkan diri tersebut justru menghilang.

XS
SM
MD
LG