Tautan-tautan Akses

Keluarga Wartawan yang Tewas di Suriah Gugat Pemerintah Suriah


Seorang pria memegang poster bergambarkan wartawan Sunday Times Marie Colvin setelah pemakaman di luar St Martin di London, 16 Mei 2012. (Foto: dok.)

Seorang pria memegang poster bergambarkan wartawan Sunday Times Marie Colvin setelah pemakaman di luar St Martin di London, 16 Mei 2012. (Foto: dok.)

Para anggota keluarga wartawan kawakan mingguan Sunday Times of London, Marie Colvin, warga Amerika, telah mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah Suriah, dengan mengklaim pemerintah dengan sengaja membunuh wartawan tersebut tahun 2012 untuk menghentikan laporannya mengenai kekejaman Suriah dan kota Homs yang dikepung.

Gugatan tersebut mengklaim Colvin dan wartawan foto warga Perancis Remi Ochlik, tewas ketika pemerintahan Bashar al-Assad di Suriah bertindak dengan terencana ketika mereka melancarkan serangan roket terhadap pusat media darurat di daerah Bab Amr di Homs yang dikuasai pemberontak tanggal 12 Februari tahun 2012. Tiga wartawan lain luka-luka dalam serangan itu.

Komite Melindungi Wartawan yang berbasis di New York mengatakan dalam tahun 2012 bahwa Colvin dan Ochlik tewas ketika melaporkan berita yang hendak dihentikan oleh pemerintah Suriah. Komite itu mengatakan kematian mereka merupakan “kejadian yang tidak dapat diterima harga yang dipaksa dibayar wartawan setempat dan internasional.”

Kementerian Penerangan Suriah mengatakan pada waktu itu pemerintah tidak mengetahui Colvin dan Ochlik berada di negara itu.

Gugatan perdata itu diajukan hari Sabtu di pengadilan federal di Washington oleh Pusat Keadilan dan Pertanggungjawaban atas nama saudara perempuan Colvin dan anggota lain keluarganya.

Gugatan hukum itu didasarkan pada informasi dari dokumen-dokumen yang disita dan pembelot. Gugatan itu menyebut nama beberapa pejabat Suriah termasuk saudara Assad, Maher. [gp]

XS
SM
MD
LG