Tautan-tautan Akses

Keluarga Peringati 100 Hari Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines


Seorang anggota keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 menangis saat berdoa di Kuil Yonghegong Lama di Beijing (15/6). (Reuters/Kim Kyung-Hoon)

Seorang anggota keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 menangis saat berdoa di Kuil Yonghegong Lama di Beijing (15/6). (Reuters/Kim Kyung-Hoon)

Pesawat dengan penerbangan MH370 menghilang pada 8 Maret dengan 239 orang di dalamnya, dan keluarga belum mengetahui kepastian nasib para korban.

Pemerintah Malaysia berjanji Senin (16/6) bahwa mereka "tidak akan berhenti" sampai pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 ditemukan, namun para keluarga dari penumpang dan awak yang ada di pesawat mengatakan 100 hari sudah berlalu sejak hilangnya pesawat itu sehingga mereka menginginkan jawaban, bukan janji.

"Seratus hari sejak MH370 hilang, rasa kehilangan itu tetap menyakitkan hati semua warga Malaysia dan mereka di seluruh dunia," ujar Menteri Perhubungan Malaysia Hishammuddin Hussein dalam pernyataan.

"Kita tidak dapat dan tidak akan beristirahat sampai MH370 ditemukan."

Pesawat tersebut hilang pada 8 Maret dengan 239 orang di dalamnya, mengejutkan dunia dan menghancurkan keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih belum tahu apa yang terjadi dengan orang-orang yang mereka cintai.

Sementara pemerintah dan ahli-ahli internasional umumnya yakin pesawat tersebut, yang menghilang dari radar saat menuju Bejing dari Kuala Lumpur, jatuh di Samudera Hindia bagian selatan, tidak sekeping pun bukti fisik telah ditemukan.

Ketidakpastian itu membuat 100 hari terakhir menjadi penuh kesedihan bagi orang-orang tercinta dari mereka yang ada di pesawat.

Pada Minggu, para anggota keluarga dari beberapa penumpang dan awak berkumpul di Beijing dan Kuala Lumpur dalam upacara-upacara kecil untuk menandai 100 hari hilangnya pesawat.

"Kami harap orang-orang tidak akan lupa, karena semakin menjadi sepi dan sepi. Kita perlu membuat orang menyadari bahwa masih ada orang-orang yang hilang di sana dan mereka harus ditemukan," ujar Jacquita Gonzales, istri seorang awak pesawat, dalam sebuah acara di Kuala Lumpur.

Hishammuddin mengatakan Malaysia "tidak dapat dan tidak akan mengabaikan" keluarga-keluarga MH370, dan berterima kasih pada Australia, China, Amerika Serikat dan negara-negara Asia Tenggara untuk bantuan mereka dalam pencarian, yang sejauh ini masih sia-sia.

"Upaya pencarian ini belum pernah ada sebelumnya dalam hal skala dan kompleksitas," ujar Hishammuddin dalam pernyataan.

"Kami akan, atas izin Tuhan, menemukan pesawat tersebut dan dengan itu dapat memulai proses penyembuhan."

Malaysia menyangkal telah menyimpan informasi, namun tetap tutup mulut mengenai investigasi-investigasi yang diluncurkan untuk misteri tersebut, dan tidak memberikan waktu yang jelas kapan penemuan apa pun akan dirilis.

Para keluarga MH370 yang ragu awal bulan ini telah mengumpulkan dana US$5 juta untuk memberikan imbalan bagi siapa pun orang dalam yang bisa memberikan informasi.

Hishammuddin mengatakan sejarah akan mencatat bahwa Malaysia telah melakukan semua upaya dalam situasi yang mustahil.

Minggu lalu, para keluarga dari tujuh penumpang pesawat yang hilang masing-masing menerima $50.000 sebagai kompensasi awal dari Malaysia Airlines, menurut Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Hamzah Zainuddin.

Aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional mengatakan para keluarga dari mereka yang berada di pesawat berhak mendapatkan masing-masing $175.000. Pembawaran akan diberikan saat pesawat secara resmi dinyatakan hilang.

Awal bulan ini, Malaysia mengatakan telah menghabiskan $8,6 juta sejauh ini untuk pencarian pesawat yang hilang, menurut otoritas.
XS
SM
MD
LG