Tautan-tautan Akses

Keluarga Penumpang Pesawat Malaysia Tuntut Peninjauan Independen Data Satelit

  • Shannon Van Sant

Sanak keluarga para penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 di Beijing terus menuntut jawaban (foto: dok).

Sanak keluarga para penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 di Beijing terus menuntut jawaban (foto: dok).

Sementara pencarian pesawat Malaysia Airlines penerbangan nomor 370 memasuki minggu ke-7, sanak keluarga para penumpang di Beijing terus menuntut jawaban.

Keluarga penumpang pesawat Penerbangan 370 merilis sederetan pertanyaan kepada pihak berwenang yang melakukan pencarian pesawat itu. Sarah Bajc, yang pacarnya bernama Philip Wood dan penumpang pesawat tersebut, mengirim e-mail kepada para wartawan atas nama Persatuan Keluarga Pesawat MH370.

Email tadi meminta peninjauan independen oleh pihak yang berkompeten terhadap data yang dikeluarkan perusahaan satelit Inggris, Inmarsat. Data dan analisis yang kemudian dilakukan perusahaan itu, digunakan dalam kesimpulan bahwa pesawat itu tenggelam di Samudra Hindia bagian selatan.

Surat tadi juga mengecam pihak berwenang yang mengeluarkan sertifikat kematian sebelum pesawat ditemukan dan tidak memberitahu sanak-keluarga sebelum merilis informasi itu kepada pers.

Seorang utusan dari Kedutaan Besar Malaysia bertemu dengan lebih dari 300 anggota keluarga penumpang di sebuah hotel di Beijing, hari Senin (21/4). Para keluarga penumpang itu mengatakan pejabat tersebut menjawab beberapa pertanyaan mereka, tetapi mereka juga ingin bertemu dengan pihak berwenang yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan teknis mereka.

Steve Wang mengatakan ibunya adalah penumpang pesawat 370 itu.
“Kami benar-benar marah dengan apa yang telah mereka lakukan. Mestinya tim teknis tingkat tinggi yang menemui kami dan menjelaskan tentang persoalan-persoalan teknis,” kata Wang.

Selama pertemuan berlangsung, orang-orang meneriakkan berbagai pertanyaan kepada diplomat Malaysia itu, ada yang menangis, dan tim paramedis terpaksa merawat seorang wanita yang pingsan. Beberapa kali selama pertemuan para anggota keluarga berteriak “kembalikan saudara kami.”

Beberapa orang, seperti keluarga ini, berkata, "Putera saya dalam pesawat itu. Anak-anak orang lain, isteri dan anggota keluarga mereka juga dalam pesawat tersebut. Banyak di antara kami yakin saudara-saudara kami itu selamat dan masih hidup, tetapi kalian masih belum melakukan pencarian di tempat yang benar. Anda hanya berasumsi mereka sudah meninggal. Kami benar-benar menginginkan tim teknis datang ke Beijing untuk membantu kami. Orang itu menambahkan, semua kita ingin tahu di mana saudara kami, dan kami tidak tahu apakah mereka hidup atau mati."

Utusan Malaysia itu mengatakan hari Senin, sebuah tim berwenang lain dari Kuala Lumpur akan datang ke Beijing dalam waktu 24 jam untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sanak-keluarga.

“Saya mengharapkan kerja sama dari segala anggota keluarga. Kami berupaya semaksimal mungkin,” kata pejabat Malaysia itu.

Pesawat penerbangan 370 itu lenyap lebih dari enam pekan lalu, pada pagi hari tanggal 8 Maret, dengan 239 penumpang di dalamnya. Sebuah sinyal pulsa yang mungkin berasal dari pesawat tersebut terdeteksi dari lepas pantai barat Australia, tetapi pesawat tak berawak bawah air AS tidak menemukan tanda apapun tentang pesawat terbang Malaysia tersebut.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG