Tautan-tautan Akses

Keluarga MH370 Desak Mauritius Cermati Puing Pesawat


Para keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH370 berkumpul di kuil Yonghegong Lama di Beijing pada peringatan dua tahun hilangnya pesawat MH370, 8 Maret lalu (foto: dok).

Para keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH370 berkumpul di kuil Yonghegong Lama di Beijing pada peringatan dua tahun hilangnya pesawat MH370, 8 Maret lalu (foto: dok).

Keluarga korban pesawat Malaysia Airlines MH370 mendesak rakyat Mauritius agar mencermati puing-puing pesawat yang mungkin tersapu ke daratan negara pulau itu.

Keluarga korban pesawat Malaysia Airlines yang hilang tahun 2014 hari Rabu (14/12) mendesak rakyat Mauritius agar mencermati puing-puing pesawat yang mungkin tersapu ke daratan negara pulau di Samudra Hindia itu, dan bila menemukan puing apapun dari pesawat itu, agar menyerahkannya kepada pihak berwenang.

Penerbangan MH370, yang membawa 239 penumpang dan awak, hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing, memicu pencarian internasional di Samudera Hindia yang berlanjut sampai hari ini.

"Kami berharap lebih banyak orang akan menemukan lebih banyak puing sehingga bisa membantu menentukan lokasi jatuhnya pesawat," ujar Hui Jiang, yang kehilangan ibu dalam pesawat itu, dalam jumpa pers di ibukota Mauritius, Port Louis. Jiang dan lima orang lainnya berada di Mauritius pekan ini sebagai bagian dari kunjungan kerabat penumpang pesawat yang hilang ke wilayah itu guna membantu meningkatkan kepedulian akan puing pesawat yang mungkin tersapu ke tempat itu.

Total sudah 33 puing yang diduga dari pesawat itu ditemukan, termasuk bagian sayap dan ekor, di tepi pantai Mauritius, pulau milik Perancis di Samudra Hindia, Reunion, Mozambik, Tanzania dan Afrika Selatan.

Keluarga-keluarga korban kecelakaan itu menuduh penyidikan yang dipimpin Malaysia terlalu berfokus pada pencarian puing-puing pesawat di laut dalam lepas pantai Australia. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG