Tautan-tautan Akses

AS

Keluarga Kulit Hitam di Baltimore Bahas Polisi dengan Anak-anak


Demonstrasi melawan kekerasan polisi di Baltimore, Maryland (2/5). (VOA/R. Muntu)

Demonstrasi melawan kekerasan polisi di Baltimore, Maryland (2/5). (VOA/R. Muntu)

Menurut Tanya Sharpe, profesor madya bidang pekerjaan sosial, pembahasan mengenai polisi perlu ada dalam perbincangan keluarga.

Setelah kematian Freddie Gray dalam tahanan polisi bulan lalu, VOA mewawancarai keluarga kulit hitam di seluruh Baltimore tentang bagaimana mereka membahas kasus tersebut.

Berulangkali, orangtua menyatakan topik pembicaraan penting yang disampaikan setiap ibu atau ayah kulit hitam kepada anak mereka, dan diwariskan ke generasi berikut.

"Saya tidak akan bilang setiap petugas polisi adalah buruk. Tidak setiap orang adalah baik. Tetapi itu akan menjadi pembicaraan yang panjang," ujar Christopher Martin, warga Baltimore.

Beberapa minggu setelah kematian Freddie Gray bukan hal yang baik untuk membahas hal itu.

Pada demonstrasi menentang kekerasan polisi, Martin ikut serta bersama tunangannya Quteara Johnson dan anak mereka yang berusia dua tahun, menunjukkan protes damai.

Ibu Martin terus mengingatkan agar ia menjauh dari demonstrasi malam, di mana polisi menangkap ratusan demonstran pekan ini.

"Dengan terjadinya berbagai aksi terkait Gray, ia memberitahu saya, 'diam di rumah bersama anak-anak. Jangan turun ke jalan.' Situasinya tidak terkendali," ujarnya.

Ada rasa frustrasi sehingga perbincangan seperti ini tetap diperlukan. Tetapi hasil penyelidikan tahun 2014 menunjukkan kepolisian Baltimore membayar hampir US$6 juta dalam beberapa tahun terakhir untuk tuduhan kebrutalan polisi. Sebagian besar korban adalah orang kulit hitam.

“Setiap pria kulit hitam yang punya anak, terutama anak laki-laki.. beritahu anak-anak perempuan juga, tapi biasanya anak perempuan dibiarkan. Anak laki-laki, tidak ada pembiaran. Sekali mencapai usia mengemudi, mereka dijadikan target. Sesederhana itu," ujar aktivis Michael Mullen.​

Menurut Tanya Sharpe, profesor madya bidang pekerjaan sosial, pembahasan mengenai polisi perlu ada dalam perbincangan keluarga.

"Bagi orangtua, menurut saya, itu penting supaya mereka punya percakapan yang sangat jelas. Tentu sesuai usia anak. Tetapi percakapan jujur tentang apa yang terjadi di dalam komunitas."

Mantan polisi Baltimore Rob Weinhold menginginkan perbincangan itu mencakup kepatuhan.

"Orangtua juga perlu memberitahu dan mendidik anak-anak, kalau terlibat petugas penegak hukum, yang perlu dilakukan adalah perhatikan perintah. Pastikan bahwa kalian melakukan apa saja untuk meredam interaksi itu," ujarnya.

Ketika pelajar turun ke jalan-jalan sepulang sekolah dan perusuh membakar bagian barat Baltimore Senin lalu, Shane Carter, usia 11 tahun, menyingkir. Tetapi ia melihat kemarahan itu dibenarkan.

"Menurut saya, polisi bukanlah pembunuh, tetapi kini mereka mulai menjadi pembunuh. Saya pikir, mereka menangkap pembunuh, bukan menjadi pembunuh," ujarnya.

XS
SM
MD
LG