Tautan-tautan Akses

Kelompok yang Dekat dengan Gulen Sangkal Terlibat Percobaan Kudeta Turki


Ulama Turki Fethullah Gulen di rumahnya di Saylorsburg, Pennsylvania. Gulen didakwa di Turki berencana menggulingkan pemerintahan, kasus yang menurut pendukungnya bermuatan politik. (Foto: Dok)

Ulama Turki Fethullah Gulen di rumahnya di Saylorsburg, Pennsylvania. Gulen didakwa di Turki berencana menggulingkan pemerintahan, kasus yang menurut pendukungnya bermuatan politik. (Foto: Dok)

Menteri Kehakiman Turki mengatakan para anggota gerakan yang setia pada ulama Gulen, yang tinggal di Pennsylvania, terlibat dalam percobaan pengambilalihan kekuasaan oleh militer.

Sebuah organisasi yang berbasis di AS dan dekat dengan ulama Islamis Turki, Fethullah Gulen, menyangkal keterlibatan dalam percobaan kudeta militer hari Jumat (15/7) melawan President Recep Tayyip Erdogan.

"Kami mengecam intervensi militer apa pun dalam politik dalam negeri di Turki," ujar Aliansi Nilai-nilai Bersama dalam pernyataan.

"Komentar-komentar dari lingkaran-lingkaran pro-Erdogan mengenai gerakan ini sangat tidak bertanggung jawab."

Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan di dalam wawancara televisi bahwa para anggota gerakan yang setia pada Gulen, yang tinggal di Pennsylvania, terlibat dalam percobaan pengambilalihan kekuasaan oleh militer.

Gulen, yang didakwa di Turki atas rencana menggulingkan pemerintahan, kasus yang menurut pendukungnya bermuatan politik, telah tinggal di pengasingan di Amerika selama lebih dari satu dekade.

Erdogan yang melakukan wawancara baik lewat FaceTime dengan stasiun TV lokal Jumat, mengatakan, Turki “tidak bisa dioperasikan dari Pennsylvania”, sebuah acuan kepada Gulen yang tinggal di sana.

Pada Mei, Presiden Turki itu mengklasifikasikan gerakan keagamaan Gulen sebagai kelompok teroris dan katanya dia akan memburu anggota-anggotanya yang dituduhnya berusaha menggulingkan pemerintah.

Dalam tahun-tahun terakhir, pemerintah Turki mengambil alih perusahaan-perusahaan yang diketahui punya kaitan dengan Gulen, menahan ratusan pengikutnya, serta mencopot ribuan pendukung Gulen dari jabatan di pemerintahan.

Pemerintah Turki menuduh gerakan Gulen melakukan infiltrasi ke dalam lembaga kepolisian, peradilan, dan sistem politik, serta menciptakan sebuah negara di dalam negara. [jm/hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG