Tautan-tautan Akses

Kelompok Militan di Sulawesi Klaim Pembunuhan 'Informan Polisi'


Pasukan anti-teror Densus 88 membawa empat warga asing yang ditangkap di Sulawesi, di bandar udara Jakarta (14/9). (AFP/Bima Sakti)

Pasukan anti-teror Densus 88 membawa empat warga asing yang ditangkap di Sulawesi, di bandar udara Jakarta (14/9). (AFP/Bima Sakti)

Mujahidin Indonesia Timur, dipimpin oleh ekstremis buronan yang dikenal sebagai Santoso, mengatakan mereka telah membunuh Fadli, 50, di Sulawesi Tengah.

Sebuah kelompok militan di Indonesia yang dipimpin oleh ekstremis Islamis yang paling dicari di negara ini telah mengklaim tanggung jawab atas pembunuhan seorang petani yang dituduh menjadi informan polisi.

Mujahidin Indonesia Timur, dipimpin oleh buronan teroris Santoso, mengatakan mereka telah membunuh Fadli, 50, di Sulawesi Tengah.

Menurut polisi, lima pria, beberapa diantaranya memakai kupluk yang menutupi wajah, menyeret korban keluar rumahnya pada Kamis malam (18/9) dan menebas lehernya sampai kepalanya nyaris terpenggal. Polisi masih memburu para penyerang.

"Kami telah membantai seorang warga desa," ujar Mujahidin Indonesia Timur dalam pernyataan yang dirilis ke laman militan baru-baru ini. Pembunuhan tersebut "disebabkan karena aksi kafir yang memberikan informasi untuk Densus 88 yang menyebabkan serangan terhadap kami, menewaskan dua saudara kami," menurut pernyataan tersebut.

Tidak jelas serangan mana yang mereka maksud, meski polisi secara rutin melakukan razia melawan tersangka militan di Sulawesi.

Juru bicara Kepolisian Republik Indonesia Brigjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan Senin (22/9) bahwa pihak berwajib belum dapat mengukuhkan apakah Fadli dibunuh oleh para militan, namun ia menambahkan: "Ini modus operandi biasa dari kelompok-kelompok teror."

Kelompok Santoso telah dipersalahkan atas serangkaian serangan terhadap pasukan keamanan di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir. Pembunuhan tersebut terjadi beberapa hari setelah empat warga asing, diidentifikasi oleh polisi sebagai minoritas Muslim Uighur di China, ditahan di Sulawesi karena diduga akan bertemu Santoso dan menerima pelatihan militer.

Polisi sedang menyelidiki apakah keempatnya terkait dengan kelompok Negara Islam (ISIS) yang telah mengontrol wilayah besar Irak dan Suriah. Santoso juga dilaporkan telah memberikan sumpah setia kepada ISIS. (AFP)

XS
SM
MD
LG