Tautan-tautan Akses

AS

Kelompok Konservatif AS Marah atas Diskriminasi Dinas Pajak

  • Kane Farabaugh

Kantor Dinas Pajak AS atau Internal Revenue Service (IRS) di Washington DC (foto: dok). Skandal pajak AS terungkap bahwa Dinas Pajak mempersulit permohonan dari kelompok-kelompok konservatif yang kritis atas kebijakan pemerintahan Obama.

Kantor Dinas Pajak AS atau Internal Revenue Service (IRS) di Washington DC (foto: dok). Skandal pajak AS terungkap bahwa Dinas Pajak mempersulit permohonan dari kelompok-kelompok konservatif yang kritis atas kebijakan pemerintahan Obama.

Skandal di Dinas Pajak atau Internal Revenue Service (IRS) Amerika memaksa penjabat Kepala Dinas badan tersebut mengundurkan diri minggu ini, dan menyebabkan Kongres AS meluncurkan investigasi.

Kalangan aktivis yang berafiliasi dengan Tea Party di negara-negara bagian Barat Tengah Amerika mengatakan mereka marah tetapi tidak terkejut – oleh pengungkapan bahwa badan pengumpul pajak pemerintah Amerika secara tidak adil telah mempersulit lamaran bebas pajak oleh organisasi-organisasi konservatif.

Joe Walsh, mantan anggota Kongres dari Illinois, seorang Republik, telah mendengar tentang perlakuan IRS itu dari pendukung konservatifnya, dan bukan hanya dalam beberapa minggu ini.

“Saya, selama dua tahun di Kongres, telah mendengar dari sejumlah organisasi bahwa ada peningkatan aktivitas, banyak pertanyaan dan laporan-laporan tentang pemeriksaan oleh Jawatan Pajak. Jadi kami tidak terkejut, tetapi kini kami sangat marah," ujar Walsh.

Walsh terpilih menjadi anggota Kongres dalam pemilu sela 2010, pada waktu IRS mulai meneliti aplikasi pembebasan pajak dari organisasi-organisasi yang secara politik berhaluan konservatif – dengan mengarahkan pemeriksaan pada kelompok-kelompok yang namanya mengandung kata “Tea Party,” “Patriot” dan kata-kata kunci lain.

Walsh mengatakan praktek demikian berpengaruh banyak pada mereka yang mendukungnya dalam pemilihan itu, dan dalam upayanya yang gagal untuk mempertahankan kursinya pada pemilu 2012.

Walsh menambahkan, "Saya mendengar dari sejumlah donor saya, sebagian warga konservatif Republik yang kaya atau donor yang juga mengutarakan keprihatinan tentang pemberitahuan yang mereka terima dari IRS, dan saya kira hal ini terjadi di seluruh pelosok Amerika.”

"Kami selalu beranggapan bahwa itulah yang terjadi, karena saya berbicara dengan orang-orang di seluruh pelosok Amerika, sehingga kami tahu banyak permohonan status bebas pajak dari kalangan konservatif ditahan sampai 12 bulan," kata Cattoni.

Denise Cattoni, pendiri Tea Party di Illinois mengatakan sebagian kelompok konservatif di negara bagiannya memutuskan untuk tidak meminta pembebasan pajak karena takut akan mendapat sorotan yang tidak diinginkan dari IRS.

Cattoni menambahkan, “Pernah tersiar kabar pada tahun 2010 bahwa hal itu terjadi, ada beberapa organisasi yang mengatakan itu hanya buang-buang tenaga. Saya tidak pernah terlibat dalam hal ini, dan tidak pernah menjadi sasaran IRS.”

“Dia tidak tahu, dia tidak menyadari penyelidikan Inspektur Jenderal IRS!," kata Walsh.

Walsh telah menyalurkan kemarahan terhadap IRS lewat talk show konservatif setiap malam di radio, di mana ia mengatakan ia kini tidak hanya mendengar dari kalangan pendengarnya yang konservatif.

IRS telah secara terbuka meminta maaf atas kesalahannya, dan Presiden Obama telah menyatakan kemarahannya pada skandal itu, tetapi para aktivis konservatif mengatakan hal itu tidak cukup.

Kongres telah menyelidiki isu itu lebih lanjut, dan merencanakan serangkaian sidang komite baik di DPR maupun di Senat.
XS
SM
MD
LG