Tautan-tautan Akses

Kelompok-kelompok HAM Kecam Hasil Pemilihan Dewan PBB


Sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 25 Februari di Jenewa. (Foto: Dok)
Sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada 25 Februari di Jenewa. (Foto: Dok)

Dewan HAM PBB sering dikritik karena fokusnya pada Israel dan pemilihan beberapa anggota yang dituduh memiliki catatan hak asasi manusia yang tidak konsisten.

Rusia, China, Kuba dan Arab Saudi ada di antara 14 negara yang dipilih menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (12/11), yang mengundang kecaman dari advokat-advokat HAM.

Badan yang berbasis di Jenewa dan beranggotakan 47 negara itu bertanggung jawab mempromosikan dan melindungi hak-hak asasi manusia di seluruh dunia.

Dewan ini seringkali menjadi sasaran kritikan karena fokusnya pada Israel dan pemilihan beberapa anggota yang dituduh memiliki catatan hak asasi manusia yang tidak konsisten.

Pada Selasa, Majelis Umum PBB memilih 14 anggota lewat pemungutan suara rahasia untuk periode tiga tahun yang dimulai Januari. Beberapa kandidat maju tanpa saingan, sehingga keanggotaan sudah dipastikan lebih dulu dalam grup regional mereka.

Direktur lembaga Human Rights Watch Global Advocacy, Peggy Hicks mengatakan bahwa sayangnya, sejumlah pelanggar HAM terburuk telah kembali menjadi anggota Dewan, termasuk China, Rusia, Arab Saudi dan Kuba.

"Hal itu berarti bahwa para pelindung HAM dalam Dewan tersebut harus bekerja keras dan melipatgandakan upaya mereka untuk mencapai hasil yang riil pada tahun mendatang," ujarnya.

Kelompok advokasi U.N. Watch mengatakan dalam pernyataan bahwa pemilihan negara-negara ini memberikan "pukulan berat" pada kredibilitas Dewan HAM PBB dan mengirimkan pesan bahwa "politik mengalahkan HAM."

Mengenai kemungkinan kandidat-kandidat kontroversial mempengaruhi pekerjaan badan tersebut, Duta Besar Inggris untuk PBB Mark Lyall Grant mengatakan, para anggota seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai dalam Dewan.

"Jelas kita berharap semua yang terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB akan mematuhi komitmen, etos dan prinsip-prinsip Dewan HAM," ujarnya.

"Jadi siapapun yang terpilih, kami berharap mereka tunduk dan berpegang pada komitmen-komitmen."

Para anggota baru dewan ini adalah Aljazair, Inggris, China, Perancis, Maladewa, Meksiko, Maroko, Namibia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Makedonia dan Vietnam.
XS
SM
MD
LG