Tautan-tautan Akses

Kelompok Islamis Mali Gunakan Anak-anak sebagai Tentara


Militan Islamis di Mali dilaporkan merekrut ratusan anak-anak untuk dijadikan sebagai tentara (foto: dok).

Militan Islamis di Mali dilaporkan merekrut ratusan anak-anak untuk dijadikan sebagai tentara (foto: dok).

Menurut Human Rights Watch, ratusan anak-anak, sebagian masih berusia 11 tahun.digunakan untuk keperluan militer dan menjadi tentara bagi kelompok militan.

Organisasi hak asasi Human Rights Watch menyatakan militan Islamis yang menguasai wilayah utara Mali menggunakan ratusan tentara anak-anak, sebagian berusia semuda 11 tahun.

Menurut Human Rights Watch, anak-anak itu digunakan untuk keperluan militer dan untuk memberlakukan penerapan hukum Islam atau syariah versi militan yang ketat.

Penggunaan tentara anak-anak merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Organisasi itu menyatakan penduduk Mali Utara melaporkan melihat anak-anak berusia antara 11 dan 17 tahun menerima pelatihan senjata dan menjaga pos-pos pemeriksaan.

Menurut warga, remaja-remaja melakukan patroli dengan berjalan kaki sebagai polisi Islamis dan memukuli kaum perempuan di jalan-jalan yang tidak mengenakan penutup kepala.

Laporan yang dilansir Selasa itu juga merinci tentang amputasi, pencambukan dan penghancuran situs-situs keagamaan oleh kelompok-kelompok militan.

Menurut organisasi hak asasi tersebut, laporannya didasarkan pada wawancara dengan hampir seratus saksi mata yang melarikan diri dari Mali Utara, atau masih berada di sana dan berbicara melalui telepon.
XS
SM
MD
LG