Tautan-tautan Akses

Kelompok Hip-Hop Muslim AS Siap Sapa Indonesia


Para personil Native Deen, dari kiri ke kanan, Naeem Muhammad, Joshua Salaam dan Abdul-Malik Ahmad.

Para personil Native Deen, dari kiri ke kanan, Naeem Muhammad, Joshua Salaam dan Abdul-Malik Ahmad.

Dalam bulan Ramadan ini, kelompok hip-hop Muslim AS, Native Deen, akan menggelar konser di Indonesia untuk mempromosi album barunya, 'The Remedy.'

Berdakwah lewat musik. Itulah yang dilakukan grup Islami asal Washington, Native Deen. Sejak tahun 2000, kelompok yang beranggotakan Joshua Salaam, Abdul-Malik Ahmad dan Naeem Muhammad ini, kerap mengangkat tema tentang Islam dan Muslim lewat lagu-lagu mereka yang bernuansa hip-hop dan R&B.

Dan tidak hanya di Amerika. Kelompok ini juga kerap menyampaikan pesan damai Islam di mancanegara. Salah seorang personilnya, Abdul-Malik Ahmad, mengatakan kepada VOA, mereka akan manggung di Indonesia pada bulan Ramadan ini. “Kami akan menggelar konser di beberapa kota di Indonesia. Kami akan manggung di Jakarta, Surabaya, Malang dan Pontianak. Kami juga akan tampil di hadapan media di sana. Kami sudah tidak sabar untuk ke Indonesia,” ujar Ahmad.

Konser di Indonesia ini merupakan bagian dari promosi album terbaru mereka, "The Remedy." Album ini diluncurkan di sela-sela konvensi Muslim ISNA di Chicago awal Juli lalu. Personil Native Deen, Naeem Muhammad, menceritakan kepada VOA mengenai isi album tersebut.



“Dalam album ini, Anda bisa menemukan beragam tema tentang perdamaian, menjalankan kewajiban agama, sampai hubungan kita dengan Allah. Ada juga kisah tentang para sahabat nabi atau cerita lain yang menurut kami bisa menjadi inspirasi bagi orang lain,” tutur Muhammad.

Native Deen juga aktif mendorong keharmonisan beragama di Amerika. Pada bulan Juli lalu, mereka terlibat dalam konser antar-agama dan tampil bersama kelompok musik Kristen dan Yahudi.

Pertunjukkan ini merupakan bagian dari Festival Indonesia di lapangan Washington Monument, yang diprakarsai oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Dino Patti Djalal, menjelaskan, “Indonesia adalah satu negara yang mempelopori interfaith harmony di pentas global. Karena itulah kita ingin ada acara musik yang memadukan ketiga unsur antara agama samawi yaitu agama Islam, Kristen dan Yahudi.”

Personil Native Deen, Joshua Salaam, menyambut baik kegiatan yang menurutnya sangat positif. “Kami berterima kasih atas inisiatif yang menyatukan orang-orang dari keyakinan yang berbeda di bawah payung seni. Kita bisa bernyanyi bersama. Musik adalah bahasa universal, dan kegiatan ini mengajak semua orang bersatu,” ujar Salaam.

Rencananya, Native Deen akan menggelar turnya di Indonesia dari tanggal 10 sampai 20 Agustus mendatang.

XS
SM
MD
LG