Tautan-tautan Akses

Kelompok HAM Unjuk Rasa Tuntut Penutupan Guantanamo


Para demonstran mengenakan pakaian tahanan saat berdemonstrasi di depan Gedung Putih, 11 Januari 2011, bertepatan 9 tahun peringatan pembukaan penjara Guantanamo.

Para demonstran mengenakan pakaian tahanan saat berdemonstrasi di depan Gedung Putih, 11 Januari 2011, bertepatan 9 tahun peringatan pembukaan penjara Guantanamo.

Demonstrasi dilakukan di Washington menuntut penutupan penjara Guantanamo yang diresmikan pada masa pemerintahan Presiden Bush, 11 Januari 2002.

Kelompok-kelompok HAM melakukan demonstrasi-demonstrasi di Washington menuntut penutupan penjara Guantanamo di Kuba, yang dibuka militer Amerika sembilan tahun lalu untuk menahan tersangka teroris.

Para anggota Amnesty International, Witness Against Torture dan kelompok-kelompok lainnya yang mengenakan penutup kepala dan seragam penjara berwarna oranye hari Selasa, berdemo di depan Gedung Putih kemudian bergerak ke Departemen Kehakiman Amerika.

Amerika membuka penjara itu tanggal 11 Januari 2002, pada masa pemerintahan presiden George W. Bush.

Penggantinya presiden Barack Obama berjanji setelah menjabat bulan Januari 2009 akan menutup penjara itu dalam satu tahun. Namun batas waktu itu telah lewat tanpa batas waktu baru.

Upaya presiden Obama untuk menutup Guantanamo mendapat penolakan banyak bagian Amerika dan Kongres karena khawatir sistem penjara di Amerika tidak cocok untuk menahan para tahanan itu guna melindungi rakyat Amerika.

Banyak anggota DPR yang menyampaikan keprihatinan bahwa para tahanan yang berbahaya bisa saja di bawa ke Amerika untuk disidangkan lalu dibebaskan karena alasan teknis.

Sejak dibukanya Guantanamo, 600 lebih tahanan telah dibebaskan namun penjara itu masih menahan 173 orang. Banyak diantara tahanan yang tersisa itu telah diputuskan akan dibebaskan. Kelompok-kelompok HAM berulang kali menuntut pembebasan mereka.

Organisasi Cageprisoners yang berbasis di London mengatakan penjara Guantanamo telah menjadi “simbol penahanan yang melanggar hukum” membangkitkan kesan penyiksaan dan perlakuan semena-mena.

XS
SM
MD
LG