Tautan-tautan Akses

Australia Didesak Tampung Lebih Banyak Pengungsi Suriah


PM Malcolm Turnbull memberikan pidato di depan parlemen Australia di Canberra (15/9). Turnbull diperkirakan tidak akan bersedia memberi tempat permukiman bagi lebih banyak migran Suriah.

PM Malcolm Turnbull memberikan pidato di depan parlemen Australia di Canberra (15/9). Turnbull diperkirakan tidak akan bersedia memberi tempat permukiman bagi lebih banyak migran Suriah.

Pemerintah Australia mendapat tekanan dari kelompok-kelompok HAM untuk menampung lebih banyak pengungsi Suriah.

Salah satu dari kebijakan terakhir Perdana Menteri Tony Abbott yang dipecat, adalah mengumumkan rencana memberi suaka kepada 12 ribu warga Suriah dari kelompok “minoritas yang teraniaya”.

Tampaknya, Perdana Menteri baru penggantinya, Malcolm Turnbull, tidak akan bersedia memberi tempat permukiman di Australia bagi lebih banyak migran.

Di tengah kota terbesar di Australia, Sidney hari Sabtu (19/9), demonstran menyampaikan pesan jelas kepada pemerintah, agar melakukan lebih banyak untuk menolong orang-orang yang melarikan diri dari konflik di Suriah.

Rombongan pertama dari rencana dua belas ribu warga Suriah akan tiba di Australia menjelang hari Natal. Namun para pegiat yakin, negara yang kaya dan punya bangsa yang terdiri dari multi budaya seharusnya bersedia memberikan tempat berlindung bagi lebih banyak pengungsi.

“Negara kita dibangun oleh pengungsi dan orang dari negara-negara lain. Kalau kita tidak mau menolong orang-orang yang pada dasarnya punya latar belakang seperti kita sendiri, itu keterlaluan,” kata seorang aktivis perempuan.

Para pendukung yang pro dan anti pengungsi bentrok dalam beberapa minggu terakhir di Australia. Dalam kelompok-kelompok tertentu, terdapat tentangan yang sangat kuat untuk membantu para pencari suaka dari Timur Tengah.

Jadi, apakah akan ada perubahan besar di bawah PM baru Turnbull dalam sikapnya tentang imigrasi, di mana militer menghalau perahu-perahu migran dari Australia, atau mengirim orang-orang itu untuk diproses di kamp-kamp terpencil di Lautan Pasifik Selatan?

Para pakar mengatakan, tampaknya tidak akan ada perubahan kebijakan yang besar, setelah Turnbull sebelumnya memuji upaya-upaya pendahulunya, untuk menghentikan para pencari suaka yang melanggar garis batas maritim negara itu.

“Memulihkan keamanan di perbatasan merupakan langkah yang luar biasa penting yang memungkinkan kita untuk menawarkan ditambahnya jumlah pengungsi Suriah minggu lalu,” kata Turnbull.

Imigrasi tetap menjadi masalah yang paling memecah-belah Australia, dan Malcolm Turnbull, yang dikenal karena pandangan progresifnya, akan sangat menyadari bahwa kebijakan suaka yang keras itu membantu kelompok konservatif mendapat kemenangan besar dalam pemilu terakhir tahun 2013. [PS/II]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG