Tautan-tautan Akses

Kelompok HAM Beri Penghargaan bagi Suu Kyi


Aung San Suu Kyi (kanan) saat menerima penghargaan HAM dari Amnesty International di Dublin, Irlandia, didampingi penyanyi Bono (18/6).

Aung San Suu Kyi (kanan) saat menerima penghargaan HAM dari Amnesty International di Dublin, Irlandia, didampingi penyanyi Bono (18/6).

Aung San Suu Kyi dalam lawatan singkat di Dublin, Irlandia dianugerahi penghargaan HAM tertinggi Ambassador of Conscience Award oleh Amnesty International.

Irlandia hari Senin menyambut tokoh pro-demokrasi Burma Aung San Suu Kyi dalam lawatan singkat, di mana ia dianugerahi penghargaan HAM tertinggi Ambassador of Conscience Award oleh Amnesty International.

Amnesty International setiap tahun menganugerahkan penghargaan itu kepada mereka yang menunjukkan “kepemimpinan luar biasa” dalam memajukan HAM dan hati nurani kemanusiaan.

Suu Kyi tiba di Dublin dari Norwegia, didampingi penyanyi rock dan dermawan Bono, selagi puluhan pendukung serta aktivis, artis, penyair dan penyanyi Irlandia memenuhi alun-alun Canal di Dublin dalam konser sebagai penghormatan bagi dirinya.

Ketika berada di Norwegia, Suu Kyi – yang menjalani tahanan rumah bertahun-tahun di bawah pemerintahan militer keras di negaranya dalam dua dekade ini – memperoleh sambutan luar biasa di Oslo. Di sana ia akhirnya menerima hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991, tetapi saat itu tidak dibolehkan oleh pihak yang memenjarakannya.

Pemenang hadiah Nobel itu, yang berusia 67 tahun hari Selasa, akan turut dalam diskusi panel di London School of Economics sebelum menghadiri pertemuan kembali dengan keluarga di Oxford.

Kemudian pekan ini, Aung San Suu Kyi dijadwalkan akan berpidato di hadapan kedua majelis parlemen di London – kehormatan yang jarang yang biasanya diberikan hanya kepada pembesar asing yang agung.

Suu Kyi hidup dan memperoleh pendidikan selama bertahun-tahun di Inggris sebelum pulang ke tanah-airnya tahun 1988 untuk merawat ibunya yang sakit-sakitan. Dia kemudian menjadi pemimpin gerakan pro-demokrasi Burma dan menghabiskan sebagian besar 20 tahun berikut dalam tahanan di bawah penguasa militer yang kejam di negara itu.
XS
SM
MD
LG