Tautan-tautan Akses

Kelompok HAM AS Tutup Perwakilan di Rusia


Seorang aktivis berunjuk rasa menentang undang-undang yang menargetkan LSM yang didanai asing di Rusia, di luar Duma, majelis rendah parlemen Rusia, di Moskow. Poster yang ia pegang bertuliskan "Undang-undang pengetatan terhadap LSM [menunjukkan] paranoia otoritas."

Seorang aktivis berunjuk rasa menentang undang-undang yang menargetkan LSM yang didanai asing di Rusia, di luar Duma, majelis rendah parlemen Rusia, di Moskow. Poster yang ia pegang bertuliskan "Undang-undang pengetatan terhadap LSM [menunjukkan] paranoia otoritas."

Yayasan MacArthur, sebuah kelompok AS yang menyuarakan hak asasi manusia, mengatakan hari Rabu (22/7) akan menutup kantornya di Moskow setelah parlemen Rusia memasukkannya ke dalam daftar organisasi yang tidak diinginkan.

Yayasan tersebut mengambil keputusan tersebut setelah Rusia memaksa LSM yang didanai pihak asing yang terlibat dalam kegiatan politik untuk mendaftarkan diri sebagai "badan asing" dan majelis tinggi Dewan Federasi menyetujui "daftar penghentian patriotik" kelompok-kelompok yang tidak diinginkan.

Aktivis hak asasi manusia dan politisi oposisi melihat langkah tersebut sebagai bagian untuk menekan masyarakat madani di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin dan mengkritik langkah yang mereka sebut menciptakan iklim ketakutan.

"Pelolosan dan implementasi beberapa undang-undang di Rusia menyebabkan sulitnya yayasan internasional beroperasi secara efektif dan mendukung organisasi masyarakat madani di negara tersebut," tulis Yayasan MacArthur dalam sebuah pernyataan.

"Undang-undang dan pernyataan publik yang dikeluarkan oleh legislator Rusia, dan pemilihan suara yang dilakukan oleh Dewan Federasi...memperjelas bahwa pemerintah Rusia tidak menginginkan kehadiran Yayasan MacArthur."

Putin mengeluarkan peringatan agar tidak mengijinkan Barat menggunakan kelompok-kelompok hak-hak sipil untuk menyulut keresahan di Rusia, tapi yayasan tersebut mengatakan tidak pernah mendukung kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan politik yang dianggap tidak diinginkan.

"Kami sepenuhnya independen dari pemerintah AS dan tidak menerima dana dari pemerintah AS," tulisnya.

Dua belas LSM disebutkan dalam "daftar penghentian patriotik" yang disetujui oleh Dewan Federasi pada 8 Juli dan telah dikirimkan ke kejaksaan agung untuk dipertimbangkan apakah mereka harus ditutup.

Dua kelompok lain, yayasan amal Dynasty yang mensponsori sains dan pendidikan, dan Committee Against Torturem, mengatakan mereka akan berhenti beroperasi di Rusia setelah dicap sebagai "badan asing," sebuah istilah merendahkan yang sering digunakan pada era Perang Dingin.

Kelompok yang terkena dampak mengatakan dengan melabeli mereka sebagai "badan asing," sebuah stigma melekat pada mereka dan menyulitkan mereka mencari sponsor dan mitra di Rusia, dan mereka juga harus menjalani audit resmi yang merepotkan.

Para politisi oposisi mengatakan Putin telah melakukan penindasan terhadap masyarakat madani sejak ia kembali menduduki kursi presiden pada bulan Mei 2012 setelah berbagai unjuk rasa berlangsung menentangnya.

Kremlin menyangkal tuduhan ini.

XS
SM
MD
LG