Tautan-tautan Akses

Kelompok Budaya Indonesia Perkenalkan Tarian Indonesia di Oregon


Empat diaspora Indonesia membentuk ‘Indonesian Performing Arts of Oregon’ atau IPAO dan memperkenalkan tari-tarian tradisional Indonesia serta musik daerah seperti angklung. Sejak berdiri tahun 2011, kelompok ini telah tampil di berbagai pentas budaya di Portland.

Beberapa orang warga Indonesia di Portland, negara bagian Oregon tampak bersemangat berlatih menari. Mereka tergabung dalam kelompok "Indonesian Performing Arts of Oregon" atau IPAO. Kelompok ini terbentuk pada bulan Maret 2011, dan dipelopori oleh beberapa orang diaspora Indonesia yang memiliki minat di bidang menari.

"Di Portland sendiri kita gak punya grup pertunjukkan kebudayaan Indonesia, jadi di sini kita inisiatif untuk membuat satu grup yang mepresentasikan dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia," ujar Geni Baker, ketua Indonesian Performing Arts of Oregon kepada VOA Indonesia.

Kelompok budaya ini terbuka untuk berbagai kalangan dan telah memiliki anggota aktif sebanyak tiga puluh orang. Walaupun sudah memiliki pelatih, namun setiap anggota juga bisa berlatih sendiri melalui video dan kemudian berlatih bersama menjelang pementasan.

"Ini sangat fleksibel ya, karena di sini agak susah kalau kita buat fixed schedule untuk latihan, karena harus ada waktu untuk kerja, keluarga dan kemudian IPAO," sambung Geni.

Namun didorong kecintaan pada Indonesia dan keinginan yang kuat untuk memperkenalkan budaya Indonesia, kelompok ini bisa terus bertahan di tengah kesibukan sehari-hari.

"Karena kita merasa Indoensia benar-benar kaya akan kebudayaan, jadi sayang kalau orang di sini tidak kenal Indonesia. Jadi kita merasa punya keterikatan antara kebudayaan Indonesia dan kehidupan kita di sini. Jadi kami senang memperkenalkan kebudayaan kita pada warga sini dan juga pada keluarga kami sendiri. Kami bangga atas orang Indonesia walaupun kita sudah lama tinggal di sini," tambah Gani lagi.

Kebanggaan yang sama juga dirasakan oleh Ari, siswi SMA dari Bali yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Portland. Dirinya menyebut, banyak yang tertarik padanya ketika dia menampilkan tari Bali di hadapan publik Amerika.

"Kenapa sih tangannya bisa selentur itu, lalu matanya bisa pindah secepat itu, terus kenapa bisa kayak squat, rendah banget gitu. Itu tidak bisa dijelaskan karena memang saya sudah menari sejak umur tujuh tahun" terang Ari.

Kelompok IPAO ini rutin tampil di berbagai acara budaya seperti Portland Saturday Market, Asian Celebration, Indonesian night dan acara penggalangan dana oleh organisasi nirlaba untuk membantu komunitas Indonesia.

"Kita rencananya tahun ini mau coba tari Kalimantan. Jadi kami memang ingin terus berkembang, tidak hanya di Bali, karena kita tahu kebudayaan Indonesia memiliki banyak variasi dan semuanya bagus-bagus, jadi kami berupaya supaya lebih kaya," tutup Geni.

XS
SM
MD
LG