Tautan-tautan Akses

Kelompok Bersenjata Tembaki Brimob di Poso

  • Yoanes Litha

Kapolres Poso AKBP Susnadi berdiri di sisi kendaraan yang terkena tembakan. (VOA/Yoanes Litha)

Kapolres Poso AKBP Susnadi berdiri di sisi kendaraan yang terkena tembakan. (VOA/Yoanes Litha)

Sekelompok orang bersenjata api menembak dan melempar bom kendaraan lapis baja berisi satu regu Brimob di Poso Pesisir Selatan, Sulawesi Selatan.

Satu regu Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah di Poso pada Selasa pagi (7/10) terlibat adu tembak dengan sekelompok orang bersenjata yang secara tiba-tiba melakukan penyergapan dan menembak serta melempar bom kepada regu yang sedang mengendarai kendaraan lapis baja.

Tidak ada korban jiwa namun satu anggota Brimob terluka ringan terkena serpihan proyektil.

Peristiwa itu terjadi di sebuah jalan raya yang berada sekitar 3 kilometer dari permukiman warga desa Tangkura, kecamatan Poso Pesisir Selatan.

Kapolres Poso AKBP Susnadi yang ditemui di lokasi mengatakan penyerangan itu merusak kendaraan Brimob sampai tidak dapat digunakan lagi setelah bagian radiator mengalami kebocoran akibat ledakan bom.

Mobil juga mengalami kerusakan oleh setidaknya delapan hingga 10 lubang bekas tembakan yang tiga diantaranya mengenai kaca bagian depan. Namun demikian ia
bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tapi diakuinya satu anggota Brimob mengalami luka ringan akibat terkena serpihan proyektil.

"Jadi memang kita lihat bahwa kendaraan lapis baja kita jenis wulp, jadi banyak lubang lubang tembakan tapi saya bersyukur bahwa anggota semuanya selamat, hanya ada sedikit saja yang luka ringanlah, tangannya terkena percikan proyektil," ujarnya.

AKBP Susnadi menduga aksi penembakan itu dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Santoso ataupun Daeng Koro, pelaku penyerangan diperkirakan sedikitnya berjumlah 10 orang.

"Mereka kelompok kecil saja tapi memang mengganggu. Ya bisa jadi, kelompok daeng Koro maupun Santoso. Mereka mungkin melakukan aksi balas dendam karena kemarin kelompok mereka di hajar oleh tim kita," ujarnya.

Dampak dari peristiwa tersebut menyebabkan arus lalu lintas antara desa Dewua dan Tangkura terhenti. Sementara para petani yang sedang berada di lokasi kebun kakao terpaksa menghentikan aktivitas mereka dan memilih berlindung ke tempat yang aman.

Upaya pengejaran hingga kini masih dilakukan oleh personel Brimob, sedangkan pengamanan Polsek diperketat, khususnya di wilayah kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso Pesisir dan Poso Pesisir Selatan. Polisi juga terpantau meningkatkan kegiatan razia terhadap pengguna jalan yang digelar diberbagai lokasi untuk mencari senjata api atau bahan peledak.

Polisi mengatakan lokasi kejadian yang berada jauh dari pemukiman warga tersebut tidak berdampak secara luas bagi situasi keamanan di wilayah Kabupaten Poso yang dinyatakan tetap dalam kondisi aman.

XS
SM
MD
LG