Tautan-tautan Akses

Kelompok Bersenjata Filipina di Sabah Inginkan Gencatan Senjata


Polisi Malaysia menahan dua orang yang keluar dari Tanjung Labian, sebuah desa dekat Kampung Tanduo, Rabu (6/3). Tentara Malaysia bentrok dengan kelompok bersenjata Filipina di wilayah tersebut, Selasa (5/3).

Polisi Malaysia menahan dua orang yang keluar dari Tanjung Labian, sebuah desa dekat Kampung Tanduo, Rabu (6/3). Tentara Malaysia bentrok dengan kelompok bersenjata Filipina di wilayah tersebut, Selasa (5/3).

Kelompok bersenjata dari Filipina berusaha mencapai gencatan senjata dengan pasukan keamanan Malaysia yang memburu mereka di Kalimantan, Kamis (7/3).

Pertempuran maut antara kelompok bersenjata dari Filipina dengan pasukan keamanan Malaysia telah mendorong pimpinan PBB mengeluarkan seruan penyelesaian damai antara kedua belah pihak.

Sengketa tersebut telah menimbulkan masalah baik bagi Malaysia maupun bagi negara tetangganya, Filipina. Hampir 200 orang anggota satu marga Muslim Filipina mengambil alih sebuah desa Malaysia dan menyatakan klaim mereka atas wilayah tersebut. Wilayah itu terletak di negara bagian yang luas di Kalimantan utara, yang mereka nyatakan milik mereka berdasarkan keturunan kesultanan.

Malaysia melancarkan serangan udara dan serangan mortir hari Selasa (5/3) terhadap anggota marga tersebut, tetapi sebagian besar menghindari penangkapan di daerah pesisir yang dipenuhi perkebunan sawit dan bukit-bukit berhutan.

Sedikitnya 28 orang, termasuk delapan polisi Malaysia, telah tewas dalam pertempuran selama seminggu antara pasukan keamanan dan kelompok keturunan dari Filipina tersebut dan orang-orang yang dicurigai sekutu mereka di negara bagian Sabah, Malaysia. Laskar marga tersebut menyusup ke Sabah melalui laut dari Filipina selatan di dekatnya kira-kira tanggal 9 Februari.

Laskar marga ini dipimpin oleh seorang saudara Jamalul Kiram III, yang mengklaim dirinya sebagai sultan atau penguasa berdasarkan keturunan dari provinsi Sulu yang mayoritas Muslim di Filipina selatan.
XS
SM
MD
LG