Tautan-tautan Akses

AS

Kelompok Antar Agama Bersatu Lewat Laut dan Berselancar

  • Mike O’Sullivan

Para pemimpin kelompok agama yang berbeda-beda bersatu dalam upacara "Pemberkatan Ombak" di Pantai Huntington, California. (Foto: Dok)

Para pemimpin kelompok agama yang berbeda-beda bersatu dalam upacara "Pemberkatan Ombak" di Pantai Huntington, California. (Foto: Dok)

Kelompok antar agama mengadakan upacara bersama di laut, meyakini bahwa laut mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan keimanan.

Setiap hari di Pantai Huntington, sekitar satu jam dari Los Angeles, California, para peselancar keluar pagi-pagi buta untuk mengejar ombak.

Kegiatan itu merupakan gabungan dari kesenangan dan gaya hidup, ujar peselancar veteran Tom Morey, yang menciptakan papan selancar yang dimodifikasi dan diberi nama papan boogie.

“Untuk saya, permainan selancar merupakan metafora terbaik untuk bagaimana menjalani hidup. Selancarilah hidupmu,” kata Morey.

Para peselancar ini mengatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk mengejar ombak dan mengendarainya. Setahun sekali, sebuah upacara yang disebut “Pemberkatan Ombak” diadakan kelompok antar agama dan menarik para peselancar dan yang lainnya untuk berbicara mengenai kecintaan mereka terhadap laut.

Seorang Muslim memimpin doa secara Islam. Seorang anggota sinagog meniup terompet shofar yang digunakan dalam upacara agama Yahudi.

Pemeluk Zoroastrian bernama Maneck Bhujwala membaca doa dalam bahasa kuno Avestan.

“Kami berdoa untuk setiap elemen utama alam, termasuk air,” ujar Bhujwala.

Paduan suara kelompok imigran dari negara pulau Tonga dan artis-artis lokal lainnya bermain musik.

Dua orang pastor juga memimpin misa Katolik. Keduanya merupakan peselancar yang handal dan sangat mencintai pantai tersebut. Setelah misa, keduanya langsung terjun ke laut dan berenang.

Pastor Christian Mondor, 87, dibantu ke atas papan selancar dan mengendarai ombak kecil. Ia sangat girang dapat menyentuh air laut.

“Perlu keterampilan yang lebih, namun sangat menyenangkan ketika bergerak dengan laut, terutama jika berdiri dan ada di atas ombak. Berada di dalam air saja sudah merupakan pengalaman yang menyegarkan. Senang rasanya basah-basahan di air,” ujar Mondor.

Mereka yang berkumpul di sini, pemeluk agama apapun, mengatakan bahwa lokasi pantai ini sangat menginspirasi.

Banyak sekali yang bisa disyukuri, ujar Dean Torrence, yang merupakan bagian dari duo Jan and Dean pada 1960an, yang mempopulerkan musik selancar dengan lagu-lagu seperti Surf City.

“Pasir, laut, langit biru, cuaca. Saya sangat, sangat, sangat terberkati ada di tempat yang kita sebut Kota Selancar,” ujar Torrence.
XS
SM
MD
LG