Tautan-tautan Akses

Kelompok Advokasi Hewan AS Bantu Ungsikan Hewan Peliharaan


Tempat penampungan sementara hewan peliharaan dalam keadaan darurat yang dibangun Masyarakat Penyayang Binatang di negara bagian Missouri. (Foto: AP)

Tempat penampungan sementara hewan peliharaan dalam keadaan darurat yang dibangun Masyarakat Penyayang Binatang di negara bagian Missouri. (Foto: AP)

Kelompok advokasi hewan di AS menekankan, apa dilakukan untuk manusia dalam keadaan darurat harus dilakukan juga untuk binatang peliharaan.

Dampak negatif Badai Sandy masih bergaung di Amerika timur laut. Meskipun diingatkan berulang-ulang untuk mengungsi dari bahaya kerusakan akibat angin dan banjir, banyak warga daerah pesisir menolak untuk meninggalkan rumah mereka, kerap kali, karena enggan meninggalkan binatang peliharaan mereka.

Hampir dua pertiga rumah tangga di Amerika memelihara kucing, anjing atau binatang lain, dan banyak orang mengganggap binatang peliharaan itu sebagai anggota keluarga mereka.

Tempat penampungan darurat untuk menolong para korban, biasanya tidak memperbolehkan mereka membawa hewan peliharaan sewaktu mengungsi.

"Terima kasih atas kedatangan Anda di kursus “Hewan dan Kesiagaan Darurat,” ujar Jo Becker, pengajar di Humane Society atau Masyarakat Penyayang Binatang di Oregon. Ia memulai lokakarya baru-baru ini di Portland dengan rangkaian slide foto-foto dari bencana Badai Sandy bulan Oktober lalu yang melanda New York dan New Jersey dengan angin puting-beliung, hujan lebat, dan banjir badang.

"Petugas pemadam kebakaran menceburkan diri ke dalam banjir setinggi dada, untuk menyelamatkan kucing-kucing dan anjing-anjing. Kami tidak ingin para petugas pemadam kebakaran itu menceburkan diri mereka ke dalam air yang tercemar,” paparnya.

Ketika terjadi Badai Sandy, sebagian orang yang tidak mau mengungsi, kebanjiran bersama binatang peliharaan di rumah mereka sendiri.

Wendy Colvin berasal dari Canby, Oregon. Ketika terjadi Badai Katrina, ia menjadi sukarelawan untuk Mennonite Disaster Services. Sejak itu, ia terbiasa menolong tetangga-tetangganya pulih dari malapetaka, tetapi tidak terpikir olehnya bagaimana nasib binatang piaraan mereka.

“Tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Kalau terpaksa harus memindahkan mereka, mungkin dengan truk dan membawa mereka ke tempat yang mau menampung mereka,” ujarnya.

Sekitar dua jam ke arah utara dekat Olympia, Negara bagian Washington, teknisi medis hewan, Hollie Smith punya rencana untuk mengurung binatang piaraannya. Smith mempunyai dua kucing, seekor anjing dan dua kelinci. Ia mengepak makanan, mainan, dan tempat kotoran hewan piaraannya ke dalam tas plastiknya untuk persediaan tujuh hari. Ia punya tas khusus untuk membawa hewan piaraannya, juga tempat bermain yang bisa dilipat untuk kelincinya. Tetapi persiapan itu tidak cukup bagi Smith.

“Bagi saya yang terpenting adalah, menyadarkan pemerintah bahwa hewan perlu menjadi bagian dari pemecahan dan bagian dari perencanaan. Kalau tidak, mereka akan menjadi persoalan besar,” tegasnya.

Sewaktu Smith menyelidiki fasilitas perlindungan hewan di kabupaten di mana ia tinggal, ia melihat banyak kekurangan di sana. Jadi, ia memutuskan menjadi sukarelawan yang menyusun rencana tanggap bencana untuk hewan dan pertanian di kantor Menejemen Darurat Kabupaten Thurston. Kini, ia gembira bisa melaporkan kemajuan yang dicapai.

“Kami meninjau beberapa arena kuda, prasarana kandang kuda, dan peternakan sapi perah. Kami punya peternakan sapi yang sudah bangkrut. Lahannya di sana. Semuanya terdapat di sana, kandang dan semua perlengkapannya. Kami bisa masuk dan menggunakannya,” paparnya.

Kabupaten Thurston adalah satu dari banyak komunitas yang punya pendekatan yang lebih baik dalam berhubungan dengan hewan yang terkena bencana. Sebuah perombakan pasca-Badai Katrina yang disebut Federal PETS Act mewajibkan pemerintah negara bagian dan daerah menyusun rencana darurat untuk binatang, meskipun tidak jelas dan bagaimana atau apakah undang-undang itu sudah diberlakukan.

Dalam keadaan darurat kelompok advokasi hewan membantu pengungsian binatang piaraan, mencari yang hilang dan mengembalikan kepada pemiliknya, menyediakan makanan, dan perlengkapan di penampungan hewan. Kelompok advokasi hewan menekankan, apapun yang kita lakukan untuk diri kita sendiri dalam menghadapi keadaan darurat, lakukan hal yang sama untuk binatang peliharaan kita.
XS
SM
MD
LG