Tautan-tautan Akses

Kelas Menengah AS Khawatir soal Keamanan Finansial


Demonstrasi 'Occupy Wall Street' di New York September 2012 (foto: dok). Mayoritas kelas menengah AS berpendapat lembaga keuangan dan CEO perusahaan besar membuat situasi lebih parah bagi kelas menengah.

Demonstrasi 'Occupy Wall Street' di New York September 2012 (foto: dok). Mayoritas kelas menengah AS berpendapat lembaga keuangan dan CEO perusahaan besar membuat situasi lebih parah bagi kelas menengah.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga kelas menengah Amerika Serikat sangat khawatir mengenai kondisi keuangan dan pekerjaan.

Jajak pendapat nasional menunjukkan bahwa warga kelas menengah Amerika Serikat sangat khawatir mengenai keuangan, frustrasi karena tingginya biaya kuliah, dan mengecam para pemimpin politik dan bisnis.

Hasil jajak pendapat Heartland Monitor Poll yang dilansir hari Kamis (25/4) itu mengatakan bahwa hampir separuh warga Amerika menganggap diri mereka sebagai golongan kelas menengah, dan kurang dari sepertiga dari mereka berpendapat bahwa Amerika menuju ke arah yang tepat.

Mayoritas responden berpendapat bahwa lembaga keuangan besar dan CEO perusahaan-perusahaan besar membuat situasi lebih parah bagi golongan kelas menengah.

Juga didapati bahwa kebanyakan orang berpendapat bahwa definisi kelas menengah adalah memiliki keamanan finansial dan pekerjaan tetap.

Seperempat sampai sepertiga responden sekarang berpendapat bahwa vakansi, kenaikan gaji, layanan kesehatan yang baik, dan keamanan pekerjaan hanya dimiliki golongan kelas atas.

Data angket diperoleh melalui survei telepon terhadap 1.000 responden, dan margin kesalahannya hanya tiga persen.
XS
SM
MD
LG