Tautan-tautan Akses

Kelangkaan Daging Sapi Terus Berulang di Tanah Air

  • Iris Gera

Para pedagang daging sedang menunggu pembeli di kios daging di sebuah pasar di Jakarta (Foto: dok).

Para pedagang daging sedang menunggu pembeli di kios daging di sebuah pasar di Jakarta (Foto: dok).

Menko bidang Perekonomian, Sofyan Djalil mengatakan masalah suplai daging sapi harus segera dibenahi agar kelangkaan daging di pasar tidak terus berulang.

Sepekan terakhir ini daging sapi di pasar-pasar langka sehingga harga naik signifikan dari sekitar Rp 80 ribu per kilogram menjadi sekitar Rp 130 ribu per kilogram. Kondisi tersebut membuat para pedagang daging sapi mogok berdagang dan akan terus mogok hingga pemerintah menjamin harga daging turun.

Pemerintah melakukan pertemuan-pertemuan dengan para pengusaha importir daging dan meminta pengusahamenurunkan harga agar tidak merugikan pedagang dan konsumen.

Senin lalu di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengatakan stok daging dalam negeri cukup namun ada pihak-pihak yang menahan stok yang seharusnya disuplai kepasar-pasar sehingga harga daging terus naik sejak Hari Raya Idul Fitri lalu. Bahkan presiden menilai modus tersebut agar pemerintah membuka impor sapi lebih banyak.

Pemerintah telah mengurangi impor sapi pada triwulan III tahun 2015 dari 200 ribu ekor menjadi 50 ribu ekor dan presiden juga menyampaikan ketidakyakinannya pengusaha akan menurunkan harga jika pemerintah kembali meningkatkan impor. Presiden mengingatkan saat ini pemerintah sedang meneliti dugaan adanya permainan harga daging sapi.

Penegasan Presiden Joko Widodo tersebut ditanggapi Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia atau Aspidi, Thomas Sembiring. Kepada VoA di Jakarta, Selasa, ia mengatakan seharusnya pemerintah tidak terus menyalahkan pengusaha jika terjadi kelangkaan daging di pasar.

Menurutnya seharusnya pemerintah menambah impor karena stok sapi lokal tidak mencukupi dan langkah tersebut diyakininya membuat para importir menurunkan harga karena suplai dan kebutuhan berimbang.

“Beda cara berpikir pengusaha, kalau sekarang saya jual tinggi, maunya lepas jual harga murah, enak saja, kan supply dan demand, kalau demand tinggi supply terbatas harga naik kan, dia bilang terlalu tinggi harga kalian, kenapa dia bikin supply nya kurang, coba supply nggak dibatasi, berkompetisi antar importir, nah terjadi begini dia bilang importir yang nakal begini, begini, begini”, jelas Thomas Sembiring.

Menurut Thomas Sembiring kebutuhan daging sapi dalam negeri sekitar 650 ribu ton tahun ini namun pemerintah mencatat kebutuhan sekitar 454 ribu ton. Sementara izin impor sekitar 90 ribu ton sehingga ia pesimistis pemerintah mampu mengisi kekurangan stok daging.

Menurut Menteri Perdadangan, Rachmat Gobel untuk mengatasi kelangkaan dagaing di pasar, Perum Bulog akan ditugaskan untuk segera impor daging beku dengan anggaran sekitar Rp 750 milyar. Menteri Perdagangan optimistis dalam operasi pasar Bulog mampu menjual daging sekitar Rp 85 ribu per kilogram.

“Oleh karena itu izin impor itu diberikan kepada Bulog, jadi Buloglah yang harus bertanggungjawab tidak lagi diberikan kepada para pengusaha-pengusaha importir itu, karena kalau diberikan kepada pengusaha importir kayak sekarang ini terjadinya, mereka mengendalikan, mereka tidak mau melepaskan sapi-sapinya dan ini sebetulnya sudah menyalahi kepercayaan pemerintah kepada mereka dan untuk mengatasi sekarang ini Bulog melakukan operasi pasar dan itu sebetulnya kalau mereka menahan, menimbun, itu sudah pidana,” jelas Menteri Rachmat Gobel.

Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil mendukung Bulog ikut membantu mengatasi persoalan daging sapi di dalam negeri. Menko juga mengatakan masalah suplai daging harus dibenahi agar kelangkaan tidak terus berulang.

“Itu yang dilakukan oleh Bulog, mereka melakukan intervensi pasar terutama mengatasi kelangkaan yang terjadi di pasar, itu jangka pendek sekali, tetapi jangan menengah dan panjang kita harus bereskan suplainya,” imbuh Menteri Sofyan Djalil.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG