Tautan-tautan Akses

Kelahiran Bayi Kerajaan Inggris Picu Debat Kemerdekaan Skotlandia


Pangeran William dan istrinya Kate, Duchess of Cambridge yang menggendong Pangeran George (23/7) sehari setelah dilahirkan. (AP/Matt Dunham)

Pangeran William dan istrinya Kate, Duchess of Cambridge yang menggendong Pangeran George (23/7) sehari setelah dilahirkan. (AP/Matt Dunham)

Mempertahankan garis keturunan sebagai kepala negara Skotlandia dianggap penghinaan terhadap demokrasi dan sangat tidak sesuai dengan era modern.

Kelahiran Pangeran George telah membuka kembali perselisihan antara para pendukung referendum kemerdekaan Skotlandia tahun depan dengan mereka yang ingin mempertahankan ikatan 306 tahun dengan Inggris.

Kampanye “Yes Scotland” mengatakan ingin memenangkan referendum kemerdekaan pada 2014 dan menjadikan negara itu merdeka secara penuh pada 2016, menumbangkan apa yang dianggap sebagai kekuasaan yang menindas dari London.

Partai Nasional Skotlandia (SNP), kelompok utama pendukung kemerdekaan bagi negara berpenduduk sekitar 5 juta itu, telah menjanjikan para pemberi suara bahwa mereka bisa merdeka dengan tetap memiliki Ratu Elizabeth sebagai kepala negara dan pound sterling sebagai mata uang.

Namun ketua kampanye pro-kemerdekaan Skotlandia mengambil sikap anti-monarki pada Minggu (28/7), dengan mengatakan bahwa Pangeran George, putra pertama Pangeran William dan istrinya Kate, tidak seharusnya menjadi raja Skotlandia yang independen.

Dennis Canavan, mantan anggota legislatif dari Partai Buruh, mengatakan mempertahankan garis keturunan sebagai kepala negara merupakan “penghinaan terhadap demokrasi dan sangat tidak sesuai dengan demokrasi modern abad 21.”

“Kelahiran bayi merupakan sesuatu yang besar bagi keluarga manapun, dan saya mengucapkan selamat pada keluarga kerajaan atas peristiwa bahagia ini,” ujarnya.

“Namun terkait kemungkinan adanya Raja George yang lain, penting untuk diingat bahwa demokrasi yang sebenarnya didasarkan pada kedaulatan masyarakat bukannya kedaulatan kerajaan manapun.”

Jika Skotlandia memilih referendum kemerdekaan pada September tahun depan, sebuah pemilihan suara harus dilakukan kembali untuk menentukan apakah negara itu akan mempertahankan bentuk monarki atau memilih kepala negara sendiri, ujarnya, dengan menambahkan bahwa ia akan memilih memutuskan hubungan dengan keluarga kerajaan Inggris.

SNP mengulang kembali pandangannya Minggu bahwa monarki harus dipertahankan dalam kemerdekaan Skotlandia, sementara seorang juru bicara untuk kampanye untuk mempertahankan Skotlandia di bawah Inggris mengatakan kata-kata Canavan memperlihatkan wajah sebenarnya dari nasionalisme Skotlandia dan betapa terbaginya gerakan pro-independen.

Sebagian besar jajak pendapat menunjukkan bahwa sepertiga warga Skotlandia akan memilih merdeka, sementara hampir setengahnya ingin tetap menjadi bagian Inggris. Namun sejumlah besar pemilih belum bisa memutuskan.

Pangeran George, yang lahir 22 Juli di tengah kegilaan media global, merupakan pewaris tahta ketiga Inggris. (Reuters/Andrew Osborn)

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG